Ambon, Bedahnusnatara.com – Di tengah kunjungan kerja selama dua hari di Maluku, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., berkesempatan mengunjungi Negeri Rutong pada Jumat (1/8/25).
Dalam kunjungan yang dikemas sederhana tetapi hikmad dan akrab, Dirjen Perkebunan didampingi Kepala Dinas Pertanian Maluku, Dr. Ilham Tauda, dan Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Ambon, Dr. Kardiyono, S.TP., M.Si.
Kunjungan Dirjen dan rombongan yang dipusatkan di kawasan Ekowisata Sagu Negeri Rutong dalam rangka melihat langsung proses hilirisasi produksi pangan Sagu. Dirjen dan rombongan ingin menyaksikan bagaimana proses pengelolaan hutan Sagu di Rutong, tidak hanya sebatas penyedia bahan baku makanan pokok, tetapi juga bagaimana pemanfaatan lain sebagai obyek wisata.
Sebelum menggelar dialog, rombongan menyempatkan melihat dan menyusuri fasilitas wisata berupa jalan hutan Sagu yang sudah cukup dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan.
Di acara penyambutan Pemerintah Negeri Rutong yang diwakili oleh James Reinaldo Talahatu memaparkan bahwa Hutan Sagu di Negeri Rutong merupakan Hutan Sagu terluas di Kota Ambon yang terus terjaga dan dirawat.
Upaya itu menjadi bagian dari sebuah rencana dalam konsep Rutong Hijau, sebagai sebuah integrasi hulu-hilir di sektor pertanian dan perkebunan. Rutong Hijau merupakan perencanaan pokok selain Rutong Biru yang sudah terdapat di dalam Perencanaan Jangka Menengah Negeri (RPJMNeg).
Pada sesi dialog, Dirjen Perkebunan menegaskan bahwa kawasan Hutan Sagu di Rutong merupakan satu contoh yang baik untuk melihat proses hilirisasi produk pangan yang dikelola oleh Desa. Karena itu beliau menyarankan untuk melakukan perlindungan kawasa.
“Apakah perlu konservasi, tentu juga harus memperhatikan status wilayahnya termasuk memastikan rencana tata ruang wilayah kota.” Imbuhnya.
Lanjutnya, lokasi Hutan Sagu Rutong sangat strategis, apa lagi karena sudah menjadi obyek wisata sehingga manfaatnya semakin beragam.
Di sela-sela dialog dengan pelaku proses hilirisasi produk Sagu, Dirjen dan rombongan berkesempatan menyicipi aneka makanan produk turunan Sagu yang disajikan. Sehingga rombongan tidak hanya melihat proses, tetapi juga bisa merasakan langsung bagaimana hilirisasi pangan Sagu berlangsung.
Rombongan juga menyempatkan menyaksikan gerai UMKM yang menjual aneka produk turunan Sagu serta produksi makanan dan minuman berbahan lokal asli Rutong. Meski terhitung singkat, kunjungan Dirjen Perkebunan kali ini memberi kesan dan keyakinan bahwa upaya produksi dan hilirisasi pangan berbasis komoditi lokal di wilayah Maluku bisa menjadi contoh untuk dikembangkan pemerintah. Beberapa komitmen bantuan untuk pengembangan juga akan diupayakan untuk pengembangan produksi Sagu. (BN- Grace)






