Pertamina Gaungkan “Harmoni Laut Ambon”, Restorasi Terumbu Karang Negeri Laha Digenjot

IMG 9271

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan laut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kali ini, upaya tersebut diwujudkan lewat program restorasi terumbu karang bertajuk Harmoni Laut Ambon yang dipusatkan di Dusun Air Manis, Negeri Laha.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Spice Island Resort serta Komunitas Diving Kota Ambon. Kolaborasi ini bertujuan untuk melestarikan kekayaan bahari Negeri Laha yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi selam kelas dunia dengan keunikan biota laut mikro yang memikat para penyelam.

Raja Negeri Laha, Yasir Mewar, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi wisata laut yang sangat besar. Negeri Laha bahkan dikenal sebagai desa wisata unggulan di Indonesia, terutama karena keberagaman biota lautnya, termasuk salah satu spesies endemik yang banyak diminati penyelam, yakni Frogfish.

Namun demikian, ia juga menyoroti ancaman serius terhadap ekosistem laut di wilayah tersebut. “Semakin hari ekosistem Laut Negeri Laha semakin terancam oleh banyaknya sampah dan kerusakan terumbu karang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Harmoni Laut Ambon, Afik Tuasikal. Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kerusakan terumbu karang adalah aktivitas kapal yang menjatuhkan jangkar tanpa titik tambat yang jelas. “Hal ini merusak susunan terumbu karang dan berdampak buruk terhadap kehidupan bawah laut,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, dilakukan restorasi terumbu karang menggunakan dua metode berbeda, yakni modul spider web dan umbrella web. Kedua metode ini dinilai efektif dalam membantu pertumbuhan terumbu karang baru.

Dive Instructor Spice Island Resort, Anwar Madea, menjelaskan bahwa modul tersebut dipasang pada kedalaman sekitar 20 meter dari garis pantai. “Sebanyak 50 bibit terumbu karang telah ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem laut di Negeri Laha,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada restorasi, program Harmoni Laut Ambon juga dirancang untuk mendorong potensi wisata selam melalui lomba foto bawah laut. Kegiatan ini diikuti oleh 18 penyelam, termasuk empat peserta dari mancanegara, yang turut mempromosikan keindahan bawah laut Ambon ke dunia internasional.

Sementara itu, Aviation Fuel Terminal Manager Pattimura, Febri Nur Faizin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Pertamina dalam menjaga keanekaragaman hayati laut.

“Kedepannya kami akan terus memperluas wilayah restorasi terumbu karang. Harapannya, dengan terumbu karang yang sehat, maka habitat berbagai biota laut tetap terjaga sekaligus mendukung pengembangan wisata di Negeri Laha,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan