![]() |
| Edison Lapalelo Dir. Wilayah Timur ” PARAMETER Research Konsulting |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Perhelatan Pilkada di Provinsi Maluku kini menjadi tren baru yang dibicarakan oleh semua kalangan yang ada di Provinsi seribu pulau ini.
Munculnya sejumlah tokoh sentral yang kemudian menyatakan keinginannya maju sebagai Calon Pemimpin Maluku, tak pelak menjadi ancaman bagi sang petahana (Ir. Said Assagaff) Gubernur aktif hari ini.
Bahkan tak segan-segan ada sejumlah tokoh yang mulai terang-terangan menyatakan siap menghadang keberhasilan Calon Petahana (Ir.Said Assagaff) untuk kembali menjadi pemimpin Maluku lima tahun mendatang.
Para tokoh yang dimaksud diantaranya; Bupati MBD Barnabas Orno, petahana Said Assagaff, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun, Inspektur IV Jamwas Kejaksaan Agung Herman Koedoeboen, mantan Bupati MTB Bitzael S Temmar, Bupati Bursel Tagop S Soulisa, mantan anggota DPR Enggelina Pattiasina dan Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.yang masuk sebagai kandidat kuat balon Gubernur Maluku.
Sedangkan balon wagub yaitu: Bupati Malra Andreas Rentanubun, mantan Bupati SBT Abdullah Vanath, Sekretaris DPD PDIP Maluku Lucky Wattimury, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku MZ Sangadji, Ketua DPD Golkar Papua Barat Mozes Rudy Timisela, Ketua DPC PDIP Bursel Samy Latbual, Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae, mantan Wakil Bupati MTB Lukas Uwuratuw, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Johozua Max Yoltuwu, mantan Ketua MPH Sinode GPM John Christian Ruhulessin dan Wakil Ketua DPD PDIP Maluku Everd Kermite.
Melihat fenomena tersebut Direktur PARAMETER Research Consulting Wilayah Timur, Edison Lapalelo yang ditemui diruang kerjanya (Jln.Lorong Maranatha,No.24) Ambon, mengatakan bahwa, menyikapi apa yang sementara menjadi tren atau fenomena menjelang Pilkada Maluku hari-hari ini, maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebagai indikator dalam menyatakan keberhasilan seseorang pada Pilkada Maluku nanti.
” bagi saya berdasarkan hasil survey yang kami lakukan di Parameter Reseach Consulting, kami mendapati hasil yang akurat serta dapat menjadi bahan referensi kepada semua pihak yang ingin memenangkan Pilkada Maluku 2018 nanti”, ungkapnya.
Dikataan Lapalelo, hari-hari ini, hal yang paling penting dalam melihat dan menyatakan bahwa seseorang itu bisa memenangkan Pilkada Maluku adalah, apakah mereka memiliki data yang akurat terkait semua hal yang menjadi indikator dalam proses Pilkada itu sendiri.
” hari ini bagi saya semua orang bisa memiliki dan masih memiliki peluang untuk menang dalam Pilkada Maluku 2018 nanti, termasuk juga Calon Petahana, sehingga akan sangat tidak falit dan terlalu prematur jika kemudian ada yang menyatakan biasa memenangkan Pilkada Maluku dan mengalahkan Calon Petahana, tanpa disertai ketersediaan data yang akurat terkait semua indikator dalam hal Pilkada”, terang Lapalelo.
Oleh sebab itu lanjutnya, berdasarkan hasil survey yang kami lakukan terhadap Indikator Perilaku Politik (Political Behavior) masyarakat Maluku Jelang Pilkada, pada 05-25 Maret 2017 kepada lebih dari 5000 koresponden. didapati data yang dapat kami sampaikan seperti berikut.
Bahwa dalam berperilakau Politik (menentukan pilihan) bagi para calon pemimpin Maluku pada Pilkada nanti, masyarakat Maluku yang menjadi pemilih menyatakan sikap politik mereka yang sangat baik, akan tetapi sikap dan pilihan tersebut terbagai kepada beberapa sekment yakni; Pada Indikator pemilih berdasarkan “Agama” didapati hasil sebanyak (32,14 %), pada Indikator pemilih berdasarkan “Kesukuan/asal daerah” didapati hasil sebanyak (13,83 %), pada Indikator pemilih berdasarkan ” Idiologi Partai/Kesukaan kepada Partai” didapati hasil sebanyak (15,91 %), pada Indikator pemilih berdasarkan ” Rasional-Kinerja/ Hasil Pencapaian Kinerja” didapati hasil sebanyak (20,42 %), pada Indikator pemilih berdasarkan ” Ketokohan” didapati hasil sebanyak (8,16 %) dan pada Indikator ” Alasan lainnya” didapati hasil sebanyak (9,54 %).
Dan hasil yang ada ini akan terus kami hitung tingkat perubahannya dari hari-kehari, disamping kami juga akan melakukan survey dan perhitungan terhadap Indikator-Indikator atau sekment lainnya yang menjadi faktor penting dalam proses Pilkada Maluku nantinya.
” oleh sebab itu bagi saya, hasil ini bisa menjadi gambaran dini, terkait sikap dan perilaku para pemilih yang ada di Maluku untuk bagaimana menentukan sikap politik (pilihan politik) mereka, bertalian dengan perhelatan Pilkada Maluku nanti”,Jelasnya.
Sehingga tambah Lapalelo, untuk menyakatan sikap melawan pasangan Petahana (Ir.Said Assagaff) atau Gubernur aktif saat ini, mestinya semua calon penantang harus memikirkan tripmen (metode) apa yang akan dipakai sebagai bahan dan alat untuk meyakinkan para pemilih Maluku untuk nantinya dapat memilih mereka.
” sebab kenyataan hari ini, telah menjelaskan dengan baik bahwa Calon Petahana, memang telah menunjukan bukti kerjanya, yang walaupun dalam tingkat pencapaian belumlah maksimal. akan tetapi paling tidak Calon Petahana dapat menyatakan kepada publik bahwa pihaknya (Calon Petahana) telah memiliki hasil pencapaian lewat masa periode selama lima tahun terakhir ini”, terangnya
Akan tetapi menurut Lapalelo, Calon Petahana tidak bisa mengandalkan hasil atau indikator dan fakta yang ada hari ini, sebab berdasarkan fakta hasil survey kami ternyata hasil kinerja masih berada pada tingkatan (20,42 %),sehingga hal itu mesti menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak termasuk Calon Petahana yang akan kembali bertarung pada Pilkada Maluku 2018 nanti.
” Oleh sebab itu bagi saya berdasarkan data yang ada, maka kami sebagai lembaga survey dapat menyatakan bahwa Calon siapapun termasuk Calon Petahana memiliki peluang yang sama besar dalam memenangkan Pilkada Maluku. oleh sebab itu para Calon yang nantinya maju dalam proses perhelatan Pilkada Maluku, harus mampu menjembatani emosional pemilih dan juga mampu memberikan rasa percaya yang lebih kepada Masyarakat untuk nantinya memilih mereka”, paparnya.
Hal ini dapat kita pelajari dari proses Pilwalkot Ambon kemarin, oleh sebab itu, semua pihak siapapun dia mesti berbenah diri dan mengkaji ulang semua hal yang telah mereka siapkan sebagai amunisi dalam Pilkada Maluku 2018 nanti.
” Karena jika tidak demikian, maka akan sulit bagi para penantang Calon Petahana untuk dapat mengalahkan Calon Petahana pada Pilkada Maluku 2018 nanti, sebab masyarakat Maluku hari-hari ini, tidak lagi membutuhkan slogan-slogan dan janji kampanye yang muluk-muluk, akan tetapi mereka membutuhkan program kerja dan etos kerja yang mampu membawa perubahan yang nyata bagi Masyarakat Maluku dan Provinsi Maluku ini dalam segala aspek kehidupan”, Tutup Lapalelo. (BN-08)






