Pemprov Maluku Gelar Rakor Bahas Gernas BBI Tahun 2021

Ambon,Bedahnusantara.com- Pemerintah Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 pada November mendatang.

InShot 20210603 101434831


Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Kasrul Selang mengusulkan, perlu persiapan terlebih dahulu jelang pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 di Maluku. Beberapa persiapan tersebut diantaranya peluncuran awal atau soft launching di bulan Juli hingga November.


“Dalam kurun waktu tersebut, kami akan mendesain logo Gernas sesuai ciri khas adat budaya orang Maluku. Memang benar, ekomoni kita terpuruk sejak pandemi berlangsung. Maka mau tidak mau, Gernas BBI ini harus digerakkan oleh para ASN, rekan-rekan TNI/Polri maupun lembaga vertikal. Nanti di bulan November kita sudah Grand Launching. Ini tinggal dicari mekanismenya,” ungkapnya di Ambon dalam rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan Gernas BBI 2021, Rabu (02/05/2021).


Ditempat yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia menjelaskan, lima poin latar belakang diselenggarakannya Gernas BBI. 


Yang pertama, terjadinya penurunan penjualan produk UMKM ditengah situasi pandemi Covid-19. Dimana, wadah penjualan secara online, dinilai menjadi solusi. Karena, masih banyak unit UMKM yang belum melek digital terutama di luar kota besar,” ungkapnya.

 

Berdasarkan poin pertama, lanjut dia, diupayakan adanya rangkulan seluruh unit UMKM melalui satu Gernas BBI.


Ketiga, dari kedua poin diatas, Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan Garnes BBI pada 14 Mei 2021. 


Poin keempat, permasalahan utama yang dihadapi rekan-rekan dari Artisan/UMKM/IKM Indonesia adalah kualitas, minim permintaan, dan literasi keuangan digital. Serta poin kelima adalah BBI harus menciptakan nilai (vae creabon) bagi produsen Artisan Indonesia dan konsumen dalam memiliki produk.


Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri Ahmad Saufi menambahkan, BBI adalah sebuah upaya yang menggabungkan masyarakat, pemerintah, e-Commerce, dan pengadaan pemerintah untuk bersama memulihkan kondisi ekonomi Indonesia pasca-pandemi melalui Gernas BBI. 


“Gerakan ini mengapresiasi produk lokal karya anak bangsa, dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada UMKM untuk brand building, promosi hingga penjualan dan transaksi melalui e-commerce, media sosial dan gerai ritel di pusat perbelanjaan kota besar dalam negeri, hingga jaringan Diaspora dan pekerja migran luar negeri,” ujar Ahmad. 


Sebagaimana diketahui, Gernas BBI bertujuan untuk mendorong national branding produk lokal unggulan, sehingga menciptakan industri baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Gerakan ini merupakan bagian dari program percepatan transformasi digital dan industri kreatif nasional.


Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Maluku M Saleh Thio, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri Ahmad Saufi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Noviarsano Manullang, para staf lembaga vertikal dan peserta rapat lainnya. (BN-05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan