Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada kecepatan dan kemudahan, tetapi juga memberi nilai edukatif bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan pojok baca di kantor-kantor pelayanan pemerintahan.
Hal ini disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Ambon, Senin (15/12/2025). Menurutnya, di tengah dorongan transformasi digital dalam pelayanan publik, pemerintah kota tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat akan ruang literasi yang sederhana namun bermakna.
“Walaupun layanan pemerintahan saat ini sudah banyak berbasis digital, secara manual kita tetap menyiapkan pojok baca. Jadi ketika masyarakat datang mengurus administrasi dan masih menunggu antrean, mereka bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca buku atau bahan bacaan lain yang tersedia,” ujar Bodewin Wattimena.
Ia menjelaskan, keberadaan pojok baca ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih nyaman, ramah, dan produktif. Dengan adanya fasilitas tersebut, waktu tunggu masyarakat di kantor pelayanan tidak terbuang percuma, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa penyediaan pojok baca juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong budaya literasi di ruang-ruang publik. Kantor pelayanan pemerintah dinilai memiliki peran strategis sebagai tempat interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat, sehingga perlu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.
“Ini bagian dari upaya kita untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, dimulai dari hal-hal sederhana. Kita ingin setiap ruang pelayanan publik juga menjadi ruang pembelajaran,” jelasnya.
Pemerintah Kota Ambon berharap, dengan adanya pojok baca, masyarakat dapat merasakan pelayanan yang lebih humanis dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Ke depan, fasilitas ini akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat di setiap unit pelayanan.
Bodewin Wattimena juga menekankan bahwa inovasi pelayanan publik harus dilakukan secara berkelanjutan, meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai keterbatasan anggaran. Menurutnya, kreativitas dan komitmen menjadi kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kita ingin pelayanan publik di Kota Ambon terus bergerak ke arah yang lebih baik, bukan hanya cepat dan tepat, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (BN Grace)





