Pemkot Ambon Buka Pintu Kolaborasi Atasi Drainase, Usai Kritik Terbuka Doktor Ferad

IMG 20251207 WA0025

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam penanganan persoalan drainase usai kritik terbuka yang dilayangkan akademisi Universitas Pattimura, Doktor Ferad Puturuhu, melalui akun Facebook pribadinya pada Minggu (7/12/2025).

Dalam surat terbuka tersebut, Puturuhu menyoroti genangan air pada titik-titik rawan seperti Jalan AY. Patty, Sam Ratulangi, dan beberapa kawasan lainnya yang kerap terdampak ketika hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Ambon. Pandangan teknis yang ia paparkan dinilai relevan dan menegaskan perlunya langkah sistematis dalam memperbaiki infrastruktur drainase dan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Surat yang dengan cepat viral dan menjadi perbincangan warganet itu turut menandai beberapa pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Pemkot Ambon.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Pemkot Ambon, Ronald H. Lekransy, memberikan respon langsung melalui kolom komentar, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan pandangan konstruktif Puturuhu. Ia menegaskan pemerintah tidak bersikap defensif, melainkan membuka ruang dialog dan aksi bersama untuk penyelesaian jangka pendek maupun jangka panjang.

Lekransy menekankan bahwa upaya mitigasi drainase dan penanganan sampah terus dilakukan melalui kegiatan rutin Dinas PUPR dan DLHP, serta gerakan bersih sampah yang melibatkan masyarakat. Ia juga mengajak mahasiswa Universitas Pattimura untuk ikut ambil peran dalam aksi kolaboratif di lapangan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur drainase memerlukan kajian teknis akurat, termasuk perhitungan debit air, koefisien aliran, dimensi saluran, serta koordinasi lintas kewenangan bersama Balai Wilayah Sungai dan Balai Jalan.

“Kritik dan saran adalah bagian penting dalam membangun kota ini. Pemerintah tidak tinggal diam dan selalu berupaya mencari solusi terbaik. Katong harap riset akademisi bisa menjadi dasar langkah teknis ke depan,” tulis Lekransy.

Respons terbuka dari Pemkot Ambon dinilai publik sebagai sinyal positif bahwa pemerintah siap bekerja sama dengan kalangan akademisi, lembaga teknis, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan banjir dan sedimentasi secara berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi model baru penyelesaian isu strategis di Kota Ambon dari sekadar wacana menjadi aksi nyata (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan