Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi program prioritas dalam lima tahun masa kepemimpinan saat ini. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat diwawancarai di kawasan Taeno, Kota Ambon, Rabu (4/3/2026).
Wattimena menyampaikan bahwa kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Ambon memang membutuhkan perhatian serius. Beberapa di antaranya bahkan telah mengalami kerusakan berat hingga rusak total, sehingga memerlukan penanganan segera demi menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Saya tidak perlu berjanji. Saya mau memastikan bahwa dalam lima tahun kepemimpinan ini, jalan-jalan di Kota Ambon harus diaspal. Memang ada keterbatasan anggaran, sehingga kita lakukan bertahap sesuai skala prioritas,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah kota telah melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan, khususnya pada wilayah dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi. Ruas jalan di kawasan permukiman padat, pusat ekonomi, jalur pendidikan, serta akses menuju fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas utama dalam program perbaikan.
Ia menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Karena itu, pendekatan yang dilakukan adalah perbaikan secara bertahap, dimulai dari titik-titik paling mendesak.
“Memang tidak bisa langsung dikerjakan dari ujung ke ujung. Tapi kita pastikan setiap tahun ada progres nyata. Yang rusak berat kita tangani dulu, kemudian dilanjutkan secara berkesinambungan,” jelasnya.
Dalam upaya mempercepat penanganan jalan rusak, Pemkot Ambon juga mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp20 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana tersebut akan difokuskan pada perbaikan ruas jalan dengan tingkat mobilitas tinggi yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Wattimena menilai dukungan dari pemerintah pusat tersebut menjadi dorongan positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Dengan tambahan anggaran itu, pemerintah kota dapat memperluas cakupan perbaikan jalan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
Ia berharap, perbaikan jalan yang dilakukan secara konsisten dan terencana tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi barang dan jasa, mengurangi biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Yang penting kita kerja bertahap, sesuai kemampuan anggaran, tetapi tetap pasti dikerjakan. Masyarakat harus melihat dan merasakan hasilnya,” tandasnya.
Pemkot Ambon, lanjut Wattimena, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi guna memastikan dukungan anggaran infrastruktur tetap berlanjut, sehingga target perbaikan jalan dalam lima tahun ke depan dapat tercapai secara optimal. (BN Grace)





