Pembangunan Studio Rekaman di Areal Kampus dikecam para musisi

studio%2Brekaman
Studio Rekaman

Ambon, Bedah Nusantara.com: Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Ambon Musik Office (AMO) untuk membangun studio rekaman di lingkungan perguruan tinggi mendapat penolakan sejumlah musisi di Kota Ambon.

Salah satu musisi Agus Gaspers saat memberikan sanggahan dalam sosialisasi dengan sejumlah pemusik di Kota Ambon di Aula Lantai II Balai Kota Ambon, kemarin.

Menurutnya, dengan dibangunnya studio rekaman di kawasan pendidikan seperti Universitas Pattimura (Unpatti) dan Institut Agama Islam (IAIN) secara tidak langsung membatasi ekspresi seniman-seniman di Kota Ambon.

“Pada umumnya insan seni identik dengan kebiasaan hura-hura dan terkadang dalam candaaan mengeluarkan kata-kata tidak pantas, karena disadari hal itu memang tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Dia berpendapat dengan dibangunnya studio rekaman dikawasan kampus  berkaitan dengan penerapan eduksi dibidang seni, dan pekerja seni.

“Sebaiknya ada studio yan dibagun diluar kawasan pendidikan atau kampus, dan jika bisa dilakukan diarena publik,” ungkapnya.

Dia berpendapat bahwa jika Pemerintah Kota Ambon dan AMO beralasan bahwa hanya karena ketersediaan lahan untuk pembangunan itu adalah hal yang bisa dibicarakan atau dikomunikasikan asalkan Pemerintah dan AMO bisa membuka komunikasi secara baik dengan pihak-pihak terkait.

“ Jika lahan adalah persoalan maka kita sebenarnya berpikir mundur, apa lagi sebagai pekerja seni tentunya harus terbiasa dengan tantangan,” ucapnya.

Tugas berat menjawab syarat Unesco dengan 25 tahapan maka tekad yang harus diambil adalah berani mengambil resiko,” terangnya.

 Berkait dengan kondisi dimaksud, Gasper juga berkesempatan menawarkan alternatif kedua yakni memberdayakan studio-studio yang sudah ada, sehingga perlengkapan yang sudah ada tinggal dilengkapi lagi.

“KIta tinggal melengkapi kekurangan yang ada, soal menejamen studio akan dibicarakan bersama pihak pengelola studio, karena ini juga dapat berdampak pada pendapatan ekonomi,”akuinya (BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan