PDAM Ambon Pastikan Gangguan Distribusi Air Segera Normal

IMG 4114

Editor: Redaksi 

AMBON, Bedahnusantara.com:  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ambon atau Perumdam Tirta Yapono memastikan gangguan distribusi air yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Ambon segera berakhir. Perbaikan terhadap salah satu mesin utama yang menjadi bagian penting dalam sistem distribusi air saat ini telah selesai dilakukan dan ditargetkan dapat kembali dipasang serta dioperasikan paling lambat Kamis (27/8/2026).

Plt. Direktur PDAM Kota Ambon (Perumdam Tirta Yapono), Ir. Pieter Saimima, saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Rabu (26/8/2026), mengatakan kondisi gangguan distribusi air yang dirasakan masyarakat saat ini berkaitan dengan proses perbaikan mesin.

Saimima menjelaskan, mesin tersebut sebelumnya mengalami gangguan sehingga harus menjalani perbaikan selama kurang lebih satu minggu. Proses perbaikan kini telah selesai dan pihak PDAM tinggal melakukan pemasangan kembali di lokasi.

“Selama satu minggu ada perbaikan, dan sekarang sudah jadi. Mudah-mudahan besok juga terpasang. Kalau besok terpasang, berarti kondisi normal lagi,” ujar Saimima.

Ia mengatakan, selama mesin utama dalam proses perbaikan, PDAM tidak menghentikan pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya tetap berupaya menjaga distribusi air dengan memanfaatkan mesin lainnya sebagai langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, penggunaan mesin pengganti tersebut memiliki keterbatasan karena fungsi utama mesin tersebut sebenarnya bukan untuk mendorong atau mengatur distribusi air ke wilayah yang berada di bagian atas.

“Untuk kondisi abnormal ini kita bantu dengan mesin yang satu lagi. Sebenarnya fungsinya bukan untuk mengatur ke atas, cuma karena kebutuhan air, kita tetap dorong,” jelasnya.

Menurut Saimima, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya PDAM agar masyarakat tetap memperoleh suplai air meskipun jumlah dan tekanannya belum sepenuhnya seperti kondisi normal.

Ia mengakui, kapasitas distribusi menggunakan mesin sementara tersebut memang belum mampu memberikan pelayanan yang sama seperti ketika mesin utama beroperasi. Karena itu, pendistribusian air dilakukan secara terjadwal untuk memastikan wilayah-wilayah yang terdampak tetap mendapatkan pasokan.

“Walaupun tidak cukup seperti yang semula, kita tetap upayakan supaya kebutuhan air masyarakat bisa dibantu,” katanya.

Saimima menegaskan, mesin yang saat ini digunakan sebagai bantuan tidak mengalami kerusakan. Pengoperasiannya dilakukan untuk membantu sistem distribusi selama mesin utama masih dalam proses pemasangan kembali.

Dengan pola distribusi yang dilakukan secara bergantian dan terjadwal, PDAM berupaya menjaga agar masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan air meskipun belum dalam kondisi maksimal.

“Air masih khusus disuplai ke daerah-daerah itu. Oleh karena itu kita dibantu dengan mesin yang satu lagi, tetapi pembagiannya akan terjadwal,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah mesin yang diperbaiki kembali dipasang dan beroperasi, tekanan serta kapasitas distribusi air diharapkan kembali seperti sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat yang selama beberapa hari mengalami gangguan maupun keterbatasan pasokan tidak lagi bergantung pada pola distribusi sementara.

“Kalau besok terpasang, itu berarti kondisi normal lagi,” tegasnya.

Pihak PDAM juga meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk tetap bersabar selama proses pemulihan sistem berlangsung. Perusahaan memastikan perbaikan dan pemasangan mesin menjadi prioritas agar pelayanan air bersih kepada pelanggan dapat kembali berjalan optimal.

Saimima menambahkan, pihaknya terus berupaya agar proses pemasangan mesin dapat dilakukan secepat mungkin sehingga tidak menimbulkan gangguan yang berkepanjangan terhadap pelayanan air bersih.

“Mudah-mudahan hari ini atau besok sudah bisa pasang, sehingga tidak terganggu lagi,” pungkasnya.

Dengan selesainya proses perbaikan dan rencana pemasangan kembali mesin tersebut, Perumdam Tirta Yapono berharap distribusi air ke wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan dapat kembali normal dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan