Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan kopi lokal Maluku harus menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka peluang kerja bagi generasi muda di Kota Ambon.
Hal itu disampaikan Wattimena saat memberikan sambutan pada pelatihan dan uji kompetensi skema barista yang berlangsung di SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, perkembangan usaha kopi di Ambon menunjukkan tren positif dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Apalagi, budaya menikmati kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Ini bukan lagi sekadar minuman, tetapi sudah menjadi identitas, budaya, dan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan,” kata Wattimena.
Ia menjelaskan, Maluku memiliki kopi khas daerah yang dikenal sebagai kopi tunuh atau kopi asli yang tumbuh dan hidup di Maluku. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan secara serius agar mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi kepada Mufiani dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan pelatihan dan uji kompetensi tersebut dengan mengusung tema “Tomohazatu ini Kafiya”.
Wattimena mengatakan, tema tersebut mengandung makna semangat untuk maju secara perlahan tetapi pasti dalam mengembangkan kopi lokal Maluku.
“Pengembangan kopi lokal harus dilakukan dengan semangat yang terus menyala, walaupun bertahap tetapi terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan kopi lokal bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat Maluku dan Ambon. Pemerintah Kota Ambon sendiri saat ini sementara berkolaborasi untuk membudidayakan kopi lokal, termasuk yang mulai dikembangkan di kawasan Soya.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui berbagai program, baik dalam bentuk bantuan pengembangan usaha, fasilitasi pasar, maupun penguatan ekonomi kreatif guna mendukung Ambon sebagai UNESCO City of Music.
Menurut Wattimena, sektor UMKM menjadi fokus utama karena Kota Ambon lebih bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata dibanding sumber daya alam.
“Karena itu pelaku UMKM harus terus didorong supaya bertumbuh dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda di Kota Ambon untuk terus berkolaborasi bersama pemerintah dalam mengembangkan usaha kopi lokal dan sektor ekonomi kreatif lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wattimena turut membagikan kisah salah satu pelaku usaha kopi di kawasan Galala yang mampu menjual ratusan cup kopi setiap hari. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa industri kopi di Ambon memiliki prospek yang sangat menjanjikan apabila dikelola dengan baik. (BN Grace)





