Ambon,Bedahnusantara.com-Operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terhadap masyarakat kurang mampu dinilai tidak tepat sasaran.
Berdasarkan, hasil pantauan Bedahnusantara.com operasi pasar yang dilakukan Pemkot Ambon bersama Perum Bulog Divre Maluku dan CV 51 untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar sebagai langka menekan laju inflasi namun, tidak dinikmati secara baik oleh masyarakat yang membutuhkan.
Anehnya, operasi pasar yang diperuntukan bagi masyarakat sebagian besar dibeli oleh pemilik kios dan lapak, sehingga dinilai tidak tepat sasaran.
Salah satu warga yang tidak ingin namanya diberitakan mengaku, resah dengan operasi pasar yang dilakukan Pemkot Ambon bersama Perum Bulog Divre Maluku dan CV 51 karena sebagian besar masyarakat tidak dapat membeli barang kebutuhan pokok secara baik.
“Kami selaku warga kadang kesulitan untuk memperoleh barang kebutuhan pokok yang dijual pada saat Operasi Pasar diantaranya, beras, gula dan minyak goreng,” terangnya.
Dia menduga, ada oknum-oknum tertentu yang sengaja menjual barang kebutuhan pokok hasil operasi pasar kepada para pedagang.
“Saya menduga banyak barang kebutuhan pokok yang sengaja disimpan oleh oknum staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon untuk dijual belikan kepada para pedagang, padahal barang-barang tersebut harus dijual habis kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dia meminta, Pemkot Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon harus transparan dalam menjual barang-barang kebutuhan pokok saat operasi pasar.
“Kami minta transparan dari staf, karena setiap kali kami ingin membeli bahan kebutuhan pokok, namun ada staf yang menjawab stok barang telah habis, lucunya masih banyak beras barang disimpan oleh oknum pegawai di dalam mobil box milik CV 51 dengan alasan tidak tepat,” ketusnya. ( BN – 02 )





