Media Mesti Jadi Sarana Edukasi, Bukan Penyebar Ketakutan

Maluku, Bedahnusantara.com: Maraknya berita bohong (hoaks) ditengah mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19), kian meresahkan masyarakat, tidak terkecuali di Maluku berita hoaks kerap membuat panik, seiring lajunya penyebaran informasi yang tidak terkendali.

humas%2Bpolda
Media Mesti Jadi Sarana Edukasi, Bukan Penyebar Ketakutan



Kabid Humas Polda Maluku, M. Roem Ohoirat dalam penjelasannya saat rapat bersama dengan pihak organisasi media dan sejumlah elemen pemerintah mengatakan, berita hoaks akan memberikan dampak terhadap psikologis masyarakat, karena menimbulkan keresahan dan ketakutan.  

Padahal saat pandemi Covid-19 melanda, hal-hal seperti itu akan sangat berpengaruh terhadap imunitas tubuh seseorang.

“Salah satu faktor yang bisa menghambat imun adalah masalah psikologi. Imun itu dapat tumbuh dengan baik karena psikologi yang baik. Kalau kita ketakutan terus ya secara otomatis akan berpengaruh kepada pertumbuhan imun tubuh,” ujarnya.

Dia memberikan contoh beberapa waktu lalu ada pemberitaan mengenai 12 orang anggota Polri yang positif berdasarkan hasil rapid test.  

Informasi ini langsung diberitakan oleh beberapa media cetak dengan judul 12 orang calon perwira Polri dinyatakan positif Covid-19. 

“Memang isi pemberitaan itu dijelaskan berdasarkan rapid test, tetapi masyarakat pasti ada yang tidak tahu rapid test itu apa, PCR itu apa. Yang penting di bilang positif ya mereka anggap sudah positif.  Makanya, perlu ada penjelasan lebih lanjut dari teman-teman media,”jelasnya. 

Contoh lain, kata dia, terkait dua orang warga Kota Ambon yang positif Covid-19 berdasarkan rapid test dan meninggal.

“Ini juga perlu kita jelaskan, sehingga masyarakat bisa mengerti,” paparnya.

Untuk itu, kata Ohoirat, hal ini menjadi tanggungjawab bersama, terutama rekan- rekan media untuk  memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga psikologi masyarakat itu tidak terlalu ketakutan.

“Saya berharap kepada semua, terutama media agar hal ini dapat menjadi tanggungjawab kita bersama. Bukan hanya Gustu Covid 19 atau TNI-Polri atau rekan-rekan medis,  tapi ini merupakan tanggung jawab kita bersama sesuai kompetensi masing-masing,” pintanya. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan