![]() |
| Kekesalan Gubernur Maluku Akibat Amburadulnya Kinerja Protokoler |
SBB, Bedah Nusantara.com: Acara Safari Ramadhan oleh Pemerintah Provinsi Maluku yang dilaksanakan tahun ini dirasakan berbeda dari tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan Gubernur Maluku sempat dibuat malu oleh kinerja anak buahnya sendiri, yakni bagian protokoler Setda Maluku yang bisa dikatakan kurang ada persiapan maksimal serta minimnya kordinasi dengan pihak kabupaten.
Pasalnya dalam safari Ramadhan kedua yang dilaksanakan di Desa Latu, Hualoy, Tomalehu, Kecamatan, Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa kemarin, acara yang ada menjadi kacau balau.
Hal ini terlihat dari kinerja protokol pemerintah provinsi (pemprov) Maluku yang dianggap tidak provesional dalam menyiapkan segala kebutuhan agenda tahunan tersebut, baik dari sisi kordinasi lokasi acara, serta hal tehknis lainnya.
Bahkan berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan oleh Bedah Nusantara.com, ternyata kekacauan lokasi kegiatan serta kordinasi membuat Gubernur Maluku, Ir. Said Asaggaff, mesti menahan malu dan kekesalannya yang diakibatkan oleh amburadulnya kerja bagian Setda Maluku dan Prtotokoler.
Hal ini dibuktikan dengan sesampainya di desa Latul yang seharusnya menjadi tempat kedua kunjungan safari Ramadhan Pemprov Maluku, malah dijadikan tempat pertama kunjungan Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku beserta para rombongan Kakanwil Agama, Muspida Provinsi Maluku dan Muspida Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Kekacauan ini sentak membuat Gubernur beserta rombongan kebingungan, malu dan bahkan Gubernur Maluku tak dapat menyembunyikan kekesalannya, untunglah saat itu Bulan Puasa.
Tak sampai hanya disitu, lokasi kunjungan ke Desa Tomalehu untuk menghadiri pengobatan massal sekaligus penyerahan alat kesehatan Unit Gawat Darurat bagi 17 puskesmas di kabupaten SBB, kembali membuat Gubernur Maluku dipermalukan, sebab pada saat pembukaan acara dan prosesi kegiatan penyerahan bantuan, sama sekali tidak terdengar dengan jelas apa yang disampaikan oleh Gubernur Maluku pada kesempatan itu, hal ini dikarenakan sama sekali tidak ada alat pengeras suara dan kesiapan lainnya dalam menyambut kegiatan yang penting tersebut.
![]() |
| Pihak Protokoler Coba Menjelaskan Kesalapahaman |
bahkan kesalahan tersebut kembali berlangsung ketika rombongan Gubernur menyambangi lokasi desa Latu untuk kedua kalinya, Protokoler kembali meminta Gubernur menyerahkan Bantuan alat kesehatan kepada 17 Puskesmas di SBB, padahal agenda tersebut semestinya hanya dilakukan saat di Puskesmas Tomalehu tadi, dan pada desa Latu adalah kegiatan Buka Puasa bersama.
Selain itu juga, berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun dari pemda Kabupaten SBB, ternyata kunjungan Gubernur beserta rombongan dianggap mendadak, pasalnya satu hari sebelum hari pelaksanaan, pemprov Maluku baru mengirim surat kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB.
Padahal seharusnya surat tersebut harus dikirim dari beberapa hari lalu, sehingga pemkab setempat dapat menyiapkan segala kebutuhan Safari Ramadhan.
Akibat dari keterlambatan surat yang dikirim, membuat Bupati Jakobus Puttileihalat yang sedang menjalankan tugas di Jakarta harus kembali mendampingi Gubernur beserta rombongan.
“Semestinya surat dikirim beberapa hari lalu, sehingga kita bisa menyiapkan segala kebutuhan untuk Safari Ramadha,”ungkapnya.
Persiapan yang dilakukan oleh Pihak Setda Maluku juga dirasakan kurang maksimal oleh para Jurnalis yang meliput kegiatan tersebut. Hal terbukti saat para Jurnalis tiba di pelabuhan waipirit, sama sekali tidak ada kendaraan yang disipakan bagi para awak media yang diminta ikut dalam rombongan demi mempublikasi kegiatan dimaksud.
Alih-alih menjaga nama baik, akhirnya Kasubag Humas Pemprov Maluku Iwan, harus berlari mencari mobil angkot, agar dapat mengangkut para awak media walaupun akhirnya para awak media harus berada dalam kondisi berdesakan pada satu mobil, layaknya hewan yang hendak dibawah ketempat penyembelihan.
Hal ini tentu mestinya menjadi catatan kritis bagi Biro Umum,Bagian Protokoler dan Humas Provinsi Maluku untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara baik termasuk segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan sebelum pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut. (BN-08)







