Kadis DLHP Ambon Dorong Ocean Cleanup Tangani Sampah Sungai

IMG 3912

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, mendorong percepatan kolaborasi dengan organisasi internasional Ocean Cleanup untuk menangani persoalan sampah sungai yang selama ini bermuara ke Teluk Ambon.

Apries saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (21/8/2026), mengatakan kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke Teluk Ambon sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Ambon.

Menurutnya, pembahasan bersama Ocean Cleanup yang berlangsung Kamis (20/8/2026) merupakan tahap awal untuk memetakan kebutuhan dan menentukan solusi teknis yang paling sesuai dengan karakteristik sungai di Ambon.

“Ini merupakan langkah awal untuk melihat solusi yang tepat dalam mengendalikan sampah di sungai. Kita harus memastikan teknologi yang diterapkan sesuai dengan kondisi hidrologi dan lingkungan di Ambon,” ujar Apries.

Dalam pertemuan tersebut, Ocean Cleanup menyampaikan rencana awal pemasangan perangkat pengendalian sampah pada sembilan sungai besar yang menjadi prioritas karena bermuara ke Teluk Ambon.

Apries menjelaskan, sebelum pemasangan dilakukan, DLHP bersama Balai Wilayah Sungai, PUPR, BRIN dan mitra komunitas Green Molucas akan melakukan kajian terhadap lokasi-lokasi yang dinilai paling tepat.

Kajian tersebut mencakup kondisi aliran sungai, volume dan karakteristik sampah, aspek lingkungan, hingga mekanisme operasional serta pemeliharaan perangkat.

“Tidak hanya soal alatnya. Kita juga harus memikirkan bagaimana sampah yang sudah ditangkap itu kemudian dikelola, dipilah, didaur ulang dan diintegrasikan dengan sistem pengangkutan sampah yang ada,” jelasnya.

Apries menambahkan, DLHP juga menaruh perhatian besar terhadap keterlibatan masyarakat. Menurutnya, teknologi penangkap sampah tidak akan menyelesaikan persoalan secara maksimal apabila perilaku membuang sampah ke sungai tidak ikut diubah.

Karena itu, program edukasi, pemberdayaan masyarakat dan aksi pencegahan sampah dari sumbernya akan menjadi bagian dari kerja sama tersebut.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jangan sampai kita hanya menangkap sampah di sungai, tetapi dari hulu masyarakat masih terus membuang sampah. Jadi pendekatannya harus dari hulu sampai ke hilir,” tegas Apries.

Usai pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kota Ambon dan Ocean Cleanup, pembahasan dilanjutkan secara teknis antara DLHP dan Balai Wilayah Sungai. Pembahasan tersebut diarahkan untuk menyusun rencana kerja, studi kelayakan lokasi serta jadwal pelaksanaan pilot project.

DLHP menargetkan tahap awal kerja sama difokuskan pada penyusunan work plan bersama dan nota kesepahaman atau MoU sebagai dasar hukum kolaborasi.

Selain itu, akan disiapkan pilot project pada satu hingga dua lokasi prioritas sebelum nantinya dievaluasi untuk kemungkinan pengembangan ke sungai lainnya.

Apries mengatakan Ocean Cleanup juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan berupa transfer teknologi, pelatihan operasional dan bantuan teknis kepada pemerintah daerah maupun mitra lokal.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem penanganan sampah sungai yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan.

“Target akhirnya bukan sekadar memasang alat, tetapi bagaimana kita bisa mengurangi sampah yang masuk ke Teluk Ambon dan menjaga kualitas lingkungan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Apries menegaskan DLHP akan terus mengawal proses tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah kota, kata dia, juga akan mengembangkan sistem pemantauan untuk mengukur volume, komposisi dan efektivitas sampah yang berhasil ditangkap.

Dengan adanya dukungan Ocean Cleanup, BRIN, Balai Wilayah Sungai, PUPR dan komunitas lokal, Apries berharap penanganan sampah sungai di Ambon dapat dilakukan secara lebih terukur dan berbasis data.

“Kita ingin penanganan sampah ini dilakukan secara kolaboratif, berbasis kajian dan benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan serta masyarakat Ambon,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan