Jaring Penahan Sampah Berhasil Kendalikan Pencemaran Sungai Wairuhu

IMG 20251215 WA0017

 

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Upaya pengendalian pencemaran lingkungan di Desa Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, mulai menunjukkan hasil nyata. Dari pantauan di lapangan, pemasangan jaring penahan sampah atau messboom di Sungai Wairuhu terbukti efektif menahan sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu sungai, sehingga tidak lagi mengalir bebas menuju muara dan perairan laut.

Messboom yang dipasang melintang di badan sungai tersebut berfungsi sebagai penghalang yang menangkap berbagai jenis limbah, mulai dari sampah plastik, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga. Keberadaan alat ini sangat terasa manfaatnya, terutama saat intensitas hujan meningkat dan debit air sungai bertambah, yang biasanya diikuti dengan meningkatnya volume sampah kiriman dari wilayah hulu.

Dalam aksi pembersihan terbaru yang dilakukan oleh tim pengelola lingkungan Desa Hatiwe Kecil, terlihat tumpukan sampah yang telah terperangkap di jaring penahan diangkat secara manual dan menggunakan peralatan sederhana. Ratusan kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan kemudian diangkut untuk dipilah serta dibuang ke tempat pengelolaan akhir. Aktivitas ini menjadi rutinitas yang kini dilakukan secara berkala guna mencegah penumpukan sampah di sungai.

Warga sekitar Sungai Wairuhu menyambut positif pemasangan messboom tersebut. Menurut mereka, kondisi sungai saat ini jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya, di mana sampah sering menumpuk di bantaran sungai atau hanyut hingga mencemari kawasan pesisir. Selain mengurangi pencemaran, sungai yang lebih bersih juga berdampak pada kesehatan lingkungan permukiman, karena berkurangnya bau tidak sedap dan potensi penyakit.

“Sekarang kalau hujan deras, sampah tidak lagi hanyut ke mana-mana. Semuanya tertahan di jaring dan bisa langsung dibersihkan. Sungai jadi lebih terjaga,” ujar salah seorang warga yang ditemui saat kegiatan pembersihan berlangsung.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pemasangan messboom juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Sampah plastik dan limbah lainnya yang sebelumnya mengancam biota air kini dapat dicegah sejak dini. Dengan demikian, Sungai Wairuhu perlahan kembali berfungsi sebagai sumber air yang lebih aman dan lingkungan yang lebih sehat bagi warga sekitar.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Ambon. Warga dan pengelola lingkungan Desa Hatiwe Kecil berharap pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait dapat mendukung perluasan pemasangan messboom di sungai-sungai lain yang rawan pencemaran. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi beban sampah sungai sekaligus mencegah pencemaran laut.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pengelolaan yang berkelanjutan, upaya menjaga kebersihan Sungai Wairuhu diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi bagian dari gerakan bersama dalam melestarikan lingkungan hidup di Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan