Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon selama bulan Mei 2026 terpantau tetap ramai dan berjalan normal. Berdasarkan hasil pantauan terhadap jadwal operasional kapal penumpang PT PELNI pada periode 1 hingga 30 Mei 2026, sedikitnya sembilan armada dipastikan tetap beroperasi melayani berbagai rute pelayaran yang menghubungkan Kota Ambon dengan sejumlah daerah di kawasan timur maupun wilayah lainnya di Indonesia.
Keberadaan kapal-kapal PELNI tersebut menjadi penopang utama mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan perjalanan antarpulau, aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga kepentingan keluarga dan pekerjaan. Sejumlah calon penumpang juga terlihat terus memantau jadwal keberangkatan mengingat pada bulan ini terdapat beberapa armada yang akan menjalani perawatan rutin atau docking.
Berdasarkan data yang dihimpun, kapal yang masih aktif beroperasi sepanjang bulan Mei meliputi KM Labobar, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Sirimau, KM Leuser, KM Tidar, KM Tatamailau, KM Sangiang, dan KM Pangrango. Armada-armada tersebut dijadwalkan tetap melayani rute reguler sesuai lintasan masing-masing.
Namun di tengah padatnya aktivitas pelayaran, sejumlah kapal juga dijadwalkan masuk galangan untuk menjalani docking sebagai bagian dari pemeliharaan berkala guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelayakan operasional kapal.
KM Ngapulu tercatat menjadi salah satu armada yang akan menjalani docking selama kurang lebih satu bulan penuh. Sementara KM Leuser dijadwalkan mulai masuk dock pada 18 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026.
Tak hanya itu, KM Sangiang juga masuk dalam daftar armada yang akan menjalani docking mulai 17 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan informasi terkait jadwal docking ini mulai menjadi perhatian para pengguna jasa transportasi laut, terutama masyarakat yang telah merencanakan perjalanan pada pertengahan hingga akhir Mei. Beberapa calon penumpang memilih melakukan pemesanan tiket lebih awal guna menghindari perubahan jadwal maupun keterbatasan kuota penumpang pada kapal yang tetap beroperasi.
Dengan adanya sejumlah armada yang menjalani perawatan, masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi keberangkatan melalui loket resmi, aplikasi PELNI, maupun petugas di pelabuhan agar perjalanan dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
Meski beberapa kapal harus masuk dock, pelayanan transportasi laut dari dan menuju Ambon dipastikan tetap berjalan dengan dukungan armada lain yang masih aktif beroperasi selama Mei 2026. Kondisi ini diharapkan tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi laut yang aman, nyaman, dan tepat waktu. (BN Grace)





