IDI Maluku Tantang Pengurus POGI Baru: Jangan Hanya Aktif di Internal, Buktikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

1ee02a77 aec7 46c6 a786 bdbf90d64906

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com – Pelantikan pengurus organisasi profesi kesehatan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Setiap kepengurusan dituntut menghadirkan program kerja yang memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun masyarakat luas.

Pesan tegas tersebut disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku, dr. M. Saleh Tualeka, Sp.M., M.Kes, saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (7/11/2026).

Saleh menegaskan, kepengurusan baru POGI harus mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi kerja nyata. Organisasi profesi tidak boleh hanya disibukkan dengan urusan administrasi dan kegiatan internal, tetapi juga harus hadir menjawab berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Menurutnya, organisasi profesi dokter memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga etika profesi, meningkatkan kompetensi anggota, mengembangkan profesionalisme, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor kesehatan.

“Ini bukan hanya tentang mengikuti kegiatan seremonial. Ada tanggung jawab besar dan amanah organisasi yang harus dijalankan. Semangatnya adalah bagaimana organisasi ini memiliki dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.

Saleh menjelaskan, Provinsi Maluku memiliki 11 kabupaten/kota dengan 10 cabang organisasi IDI. Namun, masih terdapat wilayah yang perlu diperkuat dari sisi struktur kepengurusan.

Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual masih berada dalam satu ikatan IDI cabang. Sementara itu, dalam periode kepengurusannya, IDI Wilayah Maluku telah melakukan pemekaran terhadap dua cabang yang sebelumnya bergabung dengan cabang terdekat.

Meski demikian, terdapat dua cabang yang masih membutuhkan restrukturisasi dan percepatan pelaksanaan musyawarah cabang agar roda organisasi dapat berjalan lebih maksimal.

Ia berharap seluruh pengurus di tingkat cabang dapat membangun komunikasi dan memperkuat koordinasi sehingga konsolidasi organisasi tidak hanya berlangsung di tingkat wilayah, tetapi juga menjangkau seluruh daerah.

Saleh turut menyinggung pentingnya menjaga keberlanjutan regenerasi organisasi profesi di Maluku. Menurutnya, proses restrukturisasi dan pelantikan kepengurusan harus menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi agar terus berkembang dan memberikan kontribusi.

Ia menyebut, sejumlah organisasi profesi kesehatan di Maluku juga sedang menjalankan proses konsolidasi kepengurusan, termasuk POGI dan organisasi profesi lainnya.

Lebih jauh, Saleh mengingatkan bahwa organisasi profesi harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan tidak menutup mata terhadap persoalan pelayanan kesehatan di daerah.

Salah satu persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian bersama adalah ketimpangan distribusi tenaga dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, terutama di wilayah kepulauan dan daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Karena itu, ia meminta pengurus POGI yang baru dilantik segera menyusun langkah strategis, membangun kemitraan dengan pemerintah, serta memperkuat solidaritas antaranggota.

Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi profesi tidak semata-mata diukur dari kelengkapan struktur kepengurusan, tetapi dari kemampuan menjalankan program dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Bagaimana kita bisa terus bersama menyejahterakan teman-teman anggota dan sekaligus memberikan dampak bagi kondisi sosial masyarakat. Itu harus menjadi tanggung jawab bersama,” tutup Saleh. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan