Janne Pattiasina Pimpin POGI Maluku 2025–2028, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian Nyata

f934aaf3 5493 4639 b27f 0dc82eaaef26

Editor: Redaksi

Ambon , Bedahnusantara.com: Kepengurusan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku periode 2025–2028 diharapkan mampu memperkuat profesionalisme organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dalam pelayanan kesehatan perempuan dan anak di Provinsi Maluku.

Ketua POGI Wilayah Maluku periode 2025–2028, dr. Janne Pattiasina, Sp.OG, menegaskan bahwa amanah organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga kehormatan profesi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

a0027d3d 35a6 48a9 9953 f43462a72c0e

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Penegasan tersebut disampaikan Janne saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus POGI Wilayah Maluku, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Ketua Umum beserta jajaran Pengurus Besar POGI atas kepercayaan yang diberikan kepada pengurus Wilayah Maluku untuk menjalankan roda organisasi selama periode 2025–2028.

Menurut Janne, kepengurusan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun komunikasi, serta meningkatkan kualitas dan profesionalisme seluruh anggota.

“Amanah ini bukan sekadar satu jabatan organisasi. Bagi kami, ini adalah tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga kehormatan profesi serta memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan perempuan dan anak di Maluku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah komitmen yang akan menjadi perhatian kepengurusan baru, mulai dari memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi dokter spesialis obstetri dan ginekologi, hingga memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu fokus penting adalah edukasi kesehatan reproduksi, deteksi dini kanker serviks, pelayanan kesehatan ibu, serta pencegahan kematian ibu dan bayi.

Janne juga menekankan bahwa POGI harus mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan kesehatan daerah melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, dinas kesehatan, rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan berbagai elemen masyarakat.

Ia mengakui, perjalanan organisasi ke depan tidak selalu mudah. Namun, dengan sinergi dan dukungan pengurus pusat serta kebersamaan seluruh anggota, dirinya optimistis POGI Wilayah Maluku dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat, profesional, dan bermanfaat.

Dalam sambutannya, Janne turut mengajak seluruh anggota POGI menjadikan organisasi sebagai rumah bersama untuk berdiskusi, berkolaborasi, saling menghargai, dan bertumbuh bersama.

“Menjadi dokter spesialis obstetri dan ginekologi bukan hanya tentang menghadirkan kehidupan ke dunia, tetapi juga tentang memperjuangkan agar setiap perempuan memiliki kesempatan untuk hidup sehat, bermartabat, dan memperoleh pelayanan terbaik,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan yang baru tidak hanya kuat dari sisi struktur organisasi, tetapi juga mampu menunjukkan hasil kerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menutup sambutannya, Janne mengajak seluruh anggota dan pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta doa agar amanah organisasi dapat dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan keikhlasan.

“POGI Maluku bersatu dalam karya,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan