FKUB Sorong Selatan Belajar Toleransi Di Ambon

toleransi ambon
FKUB Sorong Selatan Belajar Toleransi Di Ambon

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota (Pemkpt) Ambon yang mendapat kunjungan dari Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong Selatan. Tujuan kedatangan FKUB Kabupaten Sorong untuk mempelajari serta melihat langsung kehidupan bermasyarakat di Kota Ambon pasca konflik.

Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler menjelaskan, berdasarkam para pengamat Kota Ambon Pasca Konflik baru akan pulih sepenuhnya dalam kurun waktu 100 tahun, namun fakta berkata lain, kurang dari 15 tahun.
“Ambon dan Maluku memiliki jiwa toleransi yang sangat tinggi. Bukti yang bisa kita dapati, adalah saat Kota Ambon dipercayakan menjadi tuan dan nyonya rumah beberapa Even Nasional Keagamaan, seperti MTQ Nasional, Pesparawi Nasional dan Perparani Nasional”, Terang Wawali.
Saat pelaksanaan even-even tersebut, lanjut Wawali, banyak hal unik yang terjadi, yang menunjukkan betapa tingginya toleransi yang ada di Maluku, khususnya di Ambon.
“Para pendukung acara MTQ Nasional kala itu sebagian berasal dari masyarakat Non Muslim, ada pula Vocal Grup Non Muslim yang melakukan Shalawat Badriah dengan begitu merdu dan menyentuh. Begitu pula sebaliknya dengan even Pesparawi dan Pesparani, dimana para pendukung acara juga berasal dari masyarakat Muslim,” paparnya.
Ditambahkan, Selain daripada itu, ada hal yang paling mendasar yang menjadi media penghubung yang sangat membantu pemulihan konflik di Maluku dan Ambon, yakni adanya adat PELA GANDONG.
“Pela Gandong, adalah adat yang sangat mengikat bagi masyarakat Maluku dan di Ambon. Pemulihan Pasca Konflik di Maluku dan Ambon dalam kurun waktu yang relatif cepat seperti ini, tidak lepas dari peran adat Pela Gandong,” Kata Wawali.
Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Sorong Selatan mengakui, Adat PELA juga ada di Papua, namun Pela yang ada disana sebatas Pela Marga.
“Papua juga memiliki Adat PELA, namun bukan antar kampung, desa dan negeri, hanya sebatas Pela Marga namun dengan prinsip yang kurang lebih sama dengan Adat Pela Gandong yang ada di Ambon dan Maluku,” Jelasnya. (BN-O2).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan