Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Festival Ramadhan 2026 hadir sebagai momentum penuh makna bagi umat Muslim di Kota Ambon. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan religi, tetapi juga wadah memperkuat nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama yang telah lama menjadi identitas masyarakat Ambon.
Festival ini dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadhan yang lebih hidup dan membangkitkan semangat ibadah di tengah masyarakat. Melalui pertunjukan seni dan budaya bernuansa Islami, warga diajak untuk merasakan keindahan syiar Islam yang dikemas secara kreatif, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Maluku.
Salah satu agenda utama dalam Festival Ramadhan 2026 adalah pertunjukan samrah yang akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon. Rute yang akan dilalui antara lain Jalan A.M. Sangadji, Jalan dr. Soetomo (Trikora PLN), Jalan dr. Tamaela (PGSD), depan Kantor Polres P. Ambon & P.P Lease, Jalan Sultan Babulah (Waihaong), hingga berakhir di Jalan Sultan Babulah tepat di depan Masjid Raya Alfatah Ambon. Sepanjang rute tersebut, masyarakat dapat menyaksikan langsung kemeriahan pertunjukan yang memadukan seni tradisional dan nuansa religius.
Yang menjadi daya tarik utama adalah kolaborasi live musik yang mengiringi pertunjukan samrah. Alunan terompet yang enerjik dipadukan dengan bunyi khas totobuang sebagai alat musik tradisional Maluku, serta irama hadrat yang sarat nilai Islami, menciptakan harmoni musikal yang unik dan menggugah semangat. Kolaborasi ini menjadi simbol nyata toleransi dan persatuan, di mana unsur budaya lokal dan tradisi keagamaan berpadu indah tanpa sekat.
Festival Ramadhan 2026 juga menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan lintas komunitas. Anak-anak, remaja, hingga orang tua dapat menikmati rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat tali silaturahmi. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa Ramadhan di Ambon bukan hanya milik satu golongan, melainkan menjadi momen bersama untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
Lebih dari sekadar perayaan, festival ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi, meningkatkan kepedulian sosial, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian kota. Ambon yang dikenal sebagai kota musik dan kota yang menjunjung tinggi nilai pela gandong kembali menunjukkan wajah harmoninya melalui kegiatan yang penuh makna ini.
Dengan terselenggaranya Festival Ramadhan 2026, diharapkan suasana ibadah puasa semakin khusyuk dan penuh kebahagiaan, sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan masyarakat Kota Ambon dalam bingkai persaudaraan dan keberkahan Ramadhan. ( BN Grace)





