Ermarini: Kader PKB Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat Maluku

IMG 20251203 WA0022

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menegaskan bahwa Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku harus menjadi momentum bagi seluruh kader untuk menentukan arah, sikap, dan peran nyata dalam pembangunan daerah. Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Muswil PKB Maluku, Rabu (3/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Anggi mengapresiasi peningkatan perolehan kursi PKB di sejumlah daerah, termasuk penambahan satu kursi di DPRD Provinsi Maluku. Menurutnya, capaian itu bukan hanya sekadar angka, tetapi ruang yang harus diisi dengan kerja nyata bagi masyarakat.

“Tidak hanya bicara angka. Kader PKB, fraksi, dan semua pengurus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Angka hanya bermakna ketika kita hadir untuk mereka,” tegas Anggia.

Anggia juga menyinggung tantangan berat yang dihadapi kader dan fraksi PKB di berbagai daerah. Ia menyebut banyak daerah terdampak aturan PP 233, yang hingga kini masih menjadi beban bagi pemerintah daerah maupun legislatif.

“Fraksi DPRD provinsi maupun kabupaten/kota juga ikut merasakan dampaknya. Banyak yang menderita karena PP 233, dan persoalan ini masih berlangsung,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Anggia menyoroti potensi besar Maluku yang dinilai belum dikelola secara maksimal mulai dari sektor perikanan, pertambangan, hingga minyak dan gas. Ia menyebut dua blok migas di Maluku sudah bergerak, namun kontribusinya bagi masyarakat belum signifikan.

Ia juga menyinggung ironi melimpahnya ikan di Maluku yang tidak berbanding lurus dengan pola konsumsi masyarakat.

“Ikan di Maluku ini luar biasa banyak, tetapi pengelolaannya belum baik. Bahkan kita masih kalah dengan impor. Nelayan dapat ikan, dijual, lalu uangnya dipakai beli Indomie. Ini menyedihkan,” ujarnya.

Anggia menilai bahwa persoalan tersebut tidak sekadar soal kebiasaan makan, tetapi terkait dengan kebijakan politik negara.

“Ini bukan hanya soal makanan. Ini soal kebijakan politik yang berdampak pada gizi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan,” tegasnya.

Melalui Muswil PKB Maluku, Anggi mendorong seluruh kader untuk mengambil peran lebih strategis. Momentum ini, kata dia, menjadi ruang pembahasan rancangan program kerja PKB untuk lima tahun ke depan.

“Setelah kita berjuang meningkatkan kursi dan kekuatan politik, kini tugas kita mengisi ruang-ruang kebijakan. Kader PKB harus hadir dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Anggia optimis semangat kader PKB di Maluku akan berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas capaian politik PKB ke depan.

“Dengan semangat dan wajah penuh kebahagiaan yang saya lihat hari ini, saya yakin kader PKB mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Maluku dan Indonesia,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan