Dukcapil Ambon Perkuat Basis Data

IMG 20260304 WA0045

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program nasional pemberian bantuan sosial (Bansos) secara digital. Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan data kependudukan, Dukcapil memegang peran sentral dalam memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Kesiapan Dukcapil Kota Ambon turut menjadi perhatian dalam kunjungan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Ambon yang melakukan peninjauan langsung terhadap sistem, infrastruktur, serta mekanisme pengelolaan data di lingkungan Dukcapil. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh elemen pendukung telah siap, mengingat Kota Ambon ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) pelaksanaan Bansos digital di wilayah Indonesia bagian timur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon, Hanny Tamtelahitu, saat diwawancarai via telepon, Jumat (6/3/2026), menjelaskan bahwa transformasi digital dalam penyaluran bantuan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan data kependudukan yang akurat dan terintegrasi.

“Data kependudukan merupakan fondasi utama dalam program Bansos digital. Kami di Dukcapil bertanggung jawab memastikan setiap data penerima bantuan benar-benar valid, mutakhir, serta sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih,” ungkap Hanny.

Ia menuturkan, berbagai langkah telah dilakukan Dukcapil untuk memperkuat kualitas database kependudukan. Di antaranya melalui percepatan perekaman KTP elektronik, pembaruan Kartu Keluarga, sinkronisasi data kematian dan perpindahan penduduk, serta peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

Selain itu, Dukcapil juga aktif melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan integrasi data berjalan baik dengan perangkat daerah terkait. Menurut Hanny, sinergi antarinstansi menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

“Kami tidak bekerja sendiri. Dukcapil harus bersinergi dengan Dinas Sosial, Kominfo, dan perangkat daerah lainnya agar pemanfaatan data kependudukan bisa maksimal. Prinsipnya, satu data yang akurat untuk seluruh kepentingan pelayanan publik,” jelasnya.

Lebih lanjut Hanny menambahkan, Dukcapil Kota Ambon juga mendukung penuh pelaksanaan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada poin 6 yang berkaitan dengan penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis data serta digitalisasi layanan.

Menurutnya, keberadaan data kependudukan yang akurat menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan tepat sasaran, termasuk dalam berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Dukcapil tentu menjadi bagian penting dalam mendukung visi dan program prioritas pemerintah kota. Melalui penguatan database kependudukan dan integrasi data, kami memastikan setiap program pemerintah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berbasis data yang valid,” tambahnya.

Penunjukan Kota Ambon sebagai salah satu pilot project di kawasan timur Indonesia menjadi sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Dari empat kabupaten/kota di wilayah timur yang ditetapkan, Ambon dipercaya menjalankan tahap awal implementasi program. Secara nasional, terdapat 40 kabupaten/kota dan satu provinsi, yakni Bali, yang ambil bagian dalam pelaksanaan program Bansos digital ini.

Hanny menilai, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa sistem administrasi kependudukan di Kota Ambon dinilai cukup siap untuk mendukung transformasi digital berskala nasional. Namun demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan agar kualitas data tetap terjaga.

“Kami berkomitmen menjaga integritas database kependudukan. Setiap perubahan data masyarakat harus segera ter-update dalam sistem, sehingga tidak menimbulkan persoalan saat digunakan dalam penyaluran bantuan maupun program pemerintah lainnya,” tegasnya.

Dengan penguatan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen terhadap akurasi data, Dukcapil Kota Ambon optimistis dapat menjalankan peran strategisnya dalam menyukseskan program Bansos digital. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berpihak kepada masyarakat. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan