DP3AMD Pemkot Ambon Gelar Pelatihan Siskeudes

romeo jelas
Romeo Soplanit

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) menggelar Pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) bagi Aparatur Desa, Negeri dan Pendamping Desa yang bertempat di Ballroom Marina Hotel, Selasa (27/3).

Pelatihan bertujuan untuk melatih penerapan sistem aplikasi keuangan desa guna meningkatkan kinerja aparatur pemerintah desa/negeri dalam mewujudkan sistem pengelolaan keuangan desa yang akuntabel.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Kota Ambon, Romeo Soplanit mengatakan, kegiatan Siskeudes dirasakan bermanfaat untuk pengelolaan keuangan desa agar, tidak terjadi penyeleweangan atau kebocoran terhadap laporan keuangan.

“Supaya pengelolaan keuangan berjalan dengan lancar kita gunakan Siskeudes, karena sistim aplikasi dilakukan secara online bukan manual,” ujarnya.

Dia mengakui, dengan adanya dana desa dari Pemerintah Pusat lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dimasukan ke kas desa atau negeri, sehingga semua pembangunan dilakukan melalui desa dan negeri, sehingga dibutuhkan Siskeudes.

“Saat ini pembangunan dilakukan dari desa dan negeri, karena itu desa maupun  negeri harus miliki perencanaan yang besar untuk pembangunan, karena sasaran dari bantuan yang diberikan Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,”paparnya.

Dia menyatakan, saman dahulu kita kesulitan untuk menetapkan raja dan kepala desa namun, saat ini banyak orang yang ingin menjadi raja dan kepala desa karena, dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

“Dulu kita mau cari orang untuk menjadi raja atau kepala desa susah, karena banyak yang tidak mau tapi, dengan adanya DD dan ADD semua orang berlomba-lomba menjadi raja,”terangnya.

Dia mengakui, sebagian besar desa maupun negeri yang bermasalah akibat, salah mengelola DD dan ADD, karena itu pelatihan Siskeudes dirasakan penting, agar semua laporan dapat dilakukan melalui sistem.

“Jadi semua tersistim dan sistim ini bagus karena sistim yang digunakan mendapat pengawasan langsung. jadi tidak bisa sembarangan menggunakan DD  dan ADD, kalau ada desa dan negeri yang melakukan belanja tidak sesuai dengan aturan, maka sistim tidak terima sehingga, harus ada pertanggungjawaban,” jelasnya.

Dia berharap, semua desa dan negeri dapat mengikuti pelatihan secara baik, sehingga dapat mengelola keuangan sesuai dengan aturan yang ada.

“Pelatihan telah dilakukan DP3AMD Kota Ambon dapat diikuti semua perangkat desa maupun negeri secara baik, agar dapat mengelola anggaran DD maupun ADD sesuai aturan yang ada,”ungkapnya. (BN-O2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan