Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok maupun energi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Herman Semy Tetelepta, saat diwawancarai di Ambon, Jumat (20/2/2026), menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif guna menjamin stabilitas pasokan dan harga di pasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengecekan langsung terhadap stok komoditas di tingkat distributor maupun agen.
Menurut Tetelepta, pengecekan tersebut telah dilakukan kurang lebih tiga minggu sebelumnya bersama Wakil Wali Kota Ambon, Sekretaris Kota, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain inspeksi lapangan, Disperindag juga menggelar rapat koordinasi bersama para distributor bahan pokok untuk memastikan kesiapan distribusi menjelang meningkatnya permintaan saat Ramadan.
“Kami sudah melakukan pengecekan langsung dan juga rapat bersama distributor bahan pokok, termasuk sayur-mayur, cabai, beras, gula, minyak goreng, hingga minyak tanah. Secara umum, stok sembilan bahan pokok dalam kondisi cukup dan aman,” jelasnya.
Ia menambahkan, tren peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri memang menjadi perhatian utama pemerintah. Namun berdasarkan data yang dihimpun dari para distributor, pasokan komoditas utama dipastikan masih berada dalam batas aman dan distribusi berjalan lancar.
Tak hanya bahan pokok, Disperindag juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak PT Pertamina (Persero) serta para penyalur resmi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan minyak tanah. Dari hasil koordinasi tersebut, diperoleh informasi bahwa stok BBM dan minyak tanah di Kota Ambon dipastikan aman hingga beberapa bulan ke depan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan para agen penyalur. Stok BBM maupun minyak tanah dalam kondisi aman dan suplai tetap berjalan normal,” ungkap Tetelepta.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, kepanikan yang tidak beralasan justru dapat memicu kelangkaan sementara di lapangan akibat lonjakan permintaan yang tidak wajar.
“Kami berharap masyarakat tidak panik lalu memborong barang dalam jumlah besar, termasuk BBM. Karena justru kepanikan itulah yang bisa menimbulkan gangguan distribusi dan kelangkaan semu di pasar,” tegasnya.
Sebagai langkah pengawasan, Pemerintah Kota Ambon akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi barang di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern. Jika ditemukan adanya lonjakan harga yang tidak wajar atau indikasi penimbunan, pemerintah akan segera mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Disperindag juga membuka ruang komunikasi dengan distributor dan pelaku usaha guna memastikan setiap kendala distribusi dapat segera diatasi. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi tanpa hambatan berarti.
“Intinya, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok maupun energi,” pungkasnya. (BN Grace)





