Dinas sosial Kota Ambon Akan Berikan Bantuan Jika Tingkat Kerusakan Mencapai 80%

 

Ambon, Bedahnusantara.com- Tingginya curah hujan yang terjadi sejak Jumat 20 Juni 2025 sampai Minggu 22 Juni 2025 pagi mengakibatkan terjadinya longsor, banjir dan pohon tumbang di beberapa lokasi yang ada di kota Ambon.

WhatsApp Image 2025 06 25 at 03.26.30 scaled

Bencana longsor, pohon tumbang dan banjir ini membuat Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon bersama dinas sosial Kota Ambon bergerak cepat untuk lakukan tangkap bencana.

“Ada beberapa lokasi longsor yang parah yang menjadi titik tinjauan kami dengan cepat saat mendengar terjadinya longsor dan dinas sendiri sudah siap lakukan tangkap bencana untuk warga yang terkena bencana longsor dan banjir,” ungkap Kepala Dinas sosial Imelda Tahalele saat di wawancarai di depan kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (25/6/2025).

Imelda mengakui, tangkap bencana alam dilakukan selama 3 hari sejak terjadinya bencana seperti longsor dan banjir untuk para korban.

“Dinas sosial akan lakukan tanggap bencana dan penyaluran persediaan makan siang dan sore akan dilakukan selama 3 hari setelah tiga hari itu baru dinas sosial akan lakukan perhentian memberi jatah makan selama tidak ada instruksi lanjut dari walikota ambon,” jelasnya.

Lanjutnya, Dinas Sosial Kota Ambon telah membuka posko tanggap bencana yang elalu siap siaga menerima laporan lokasi bencana sela 1×24 jam di Kantor Dinas Sosial Kota Ambon.

“Kami siap menerima aduan masyarakat terkait bencana karena itu setiap info dari camat, lurah atau RT akan menjadi informasi penting bagi kami dapat bergerak cepat dalam penanganan bencana mengingat kondisi cuaca yang tidak baik ini kita harus antisipasi terjadinya bencana serta lokasi posko kami dirikan langsung di depan kantor Dinas Sosial Kota Ambon,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Dinas Sosial Kota Ambon akan memberikan bantuan perbaikan jika rumah dari warga tersebut memiliki tingkat kerusakan hingga 80%.

“Jadi kami akan memberikan bantuan perbaikan jika rumah tersebut memiliki tingkat kerusakan hingga 80% dengan demikian kami membutuhkan kerjasama dari RT, RW, Lurah, Camat untuk mendata warganya agar kami bisa atau jumlah masyarakat yang terkena dampak dari banjir dan longsor tersebut oleh karena itu saya minta kerja sama masyarakat untuk memberikan informasi dengan detail dan akurat Agar kami bisa bekerja secara maksimal ,” tutupnya ( BN Grce )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan