Bedahnusantara Jadi Laboratorium Belajar Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unpatti

IMG 1876
Screenshot

Editor: Redaksi

Ambon, BedahNusantara.com: Media massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi kepada publik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda yang ingin memahami dunia komunikasi dan jurnalistik secara lebih mendalam. Hal itu terlihat dari kunjungan akademik dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura, Risti Amalia dan Fatma Madila Kadas, yang menjadikan BedahNusantara.com sebagai lokasi penelitian dan pembelajaran lapangan terkait manajemen media.

Kegiatan yang merupakan bagian dari tugas akademik Semester IV tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan perusahaan pers di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat. Dalam kunjungan itu, kedua mahasiswa melakukan wawancara dan pengumpulan data mengenai tata kelola perusahaan media, struktur organisasi, proses kerja redaksi, hingga strategi pengembangan media online.

Direktur sekaligus Pimpinan Perusahaan PT Media Bedah Nusantara, Steven Palyama, menjelaskan bahwa industri media saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persaingan tidak lagi hanya terjadi antarperusahaan pers, tetapi juga dengan berbagai platform digital yang memungkinkan setiap orang menjadi penyebar informasi.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, media profesional harus tetap mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugasnya.

“Kecepatan menjadi kebutuhan di era digital, tetapi kualitas dan kredibilitas tetap harus menjadi prioritas. Media harus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang baik agar tetap mendapat kepercayaan publik,” ujar Palyama.

Dalam sesi diskusi, Risti Amalia dan Fatma Madila Kadas juga mendalami berbagai aspek jurnalistik modern, termasuk penerapan prinsip akurasi, independensi, keberimbangan, serta tanggung jawab media dalam menyajikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain membahas proses produksi berita, kedua mahasiswa memperoleh gambaran mengenai struktur organisasi BedahNusantara.com yang melibatkan pimpinan perusahaan, pimpinan redaksi, editor, redaktur, hingga staf redaksi yang bekerja secara terintegrasi dalam menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.

Perkembangan teknologi digital juga menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan. BedahNusantara.com menjelaskan bagaimana media saat ini dituntut untuk tidak hanya mengandalkan website sebagai platform utama pemberitaan, tetapi juga memanfaatkan media sosial dan berbagai kanal digital lainnya untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Bagi Risti Amalia dan Fatma Madila Kadas, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata yang dijalankan oleh perusahaan pers.

Melalui wawancara dan observasi lapangan tersebut, keduanya memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika industri media, tantangan yang dihadapi perusahaan pers, serta strategi yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi di era digital.

Kehadiran mahasiswa di BedahNusantara.com menjadi bukti bahwa media lokal tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi publik, tetapi juga dapat berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam memahami dunia komunikasi dan jurnalistik secara profesional.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga memiliki wawasan praktis mengenai pengelolaan media dan tantangan industri pers di masa depan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan