Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Kota Ambon kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang lingkungan hidup. Setelah delapan tahun sejak penghargaan Kalpataru terakhir diraih oleh pegiat lingkungan asal Ambon, Facum, pada tahun 2018, kini penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup kembali akan dibawa pulang oleh putra daerah Maluku.
Tahun 2026, Wutmail Romuty, S.Pd., ST., MT. ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Kalpataru Lestari, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan pemerintah kepada individu yang secara konsisten menunjukkan dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup. Penghargaan tersebut dijadwalkan akan diserahkan di Jakarta pada 11 Juni 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat bernomor B.129/C.8/SDM.5.5/06/2026 tertanggal 8 Juni 2026. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa wilayah Maluku, khususnya Kota Ambon, kembali terpilih sebagai penerima penghargaan Kalpataru Lestari atas nama Wutmail Romuty.
Surat pemberitahuan itu ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Sinta Saptarina Soemarno, dan ditembuskan kepada Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup/Sekretaris Utama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) serta Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apris Gasper, saat diwawancarai di kantornya, Selasa (9/6/2026), menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang kembali diraih oleh perwakilan Kota Ambon. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa upaya pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat selama ini telah membuahkan hasil yang nyata.
Ia mengatakan, Wutmail Romuty merupakan sosok yang dikenal aktif dan konsisten dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan DLHP Kota Ambon, Wutmail berhasil mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada pengurangan sampah, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi penerima, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Ambon. Ini menunjukkan bahwa gerakan lingkungan yang dibangun dari tingkat komunitas mampu mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ujar Gasper.
Menurutnya, salah satu kontribusi penting yang dilakukan Wutmail adalah mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada kelompok masyarakat agar mampu memilah dan mengelola sampah secara mandiri.
Selain itu, Wutmail juga menjadi penggagas rumah pengelolaan sampah yang berfungsi sebagai pusat edukasi sekaligus tempat pengolahan sampah berbasis masyarakat. Keberadaan rumah pengelolaan sampah tersebut dinilai mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.
Tidak hanya berhenti pada edukasi dan pengorganisasian masyarakat, Wutmail juga dikenal aktif menerapkan berbagai teknologi dan solusi pengolahan sampah skala lokal yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Berbagai inovasi tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan.
Apris Gasper menambahkan bahwa penghargaan Kalpataru Lestari menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tantangan pengelolaan lingkungan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat gerakan peduli lingkungan. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari rumah tangga, sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan komunitas,” katanya.
Penghargaan Kalpataru Lestari yang akan diterima Wutmail Romuty sekaligus menjadi simbol keberhasilan Kota Ambon dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Setelah delapan tahun menanti, penghargaan tersebut kembali hadir sebagai pengakuan atas kerja keras para pegiat lingkungan yang terus berupaya menjaga kelestarian alam dan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta berdaya guna bagi generasi mendatang.
Dengan raihan ini, Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya sebagai daerah yang terus mendorong pembangunan berwawasan lingkungan melalui berbagai program pengelolaan sampah, konservasi, edukasi masyarakat, dan penguatan peran komunitas dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. (BN Grace)





