Balai Arkeologi Maluku Gelar Webinar Rumah Peradaban Ambon

Ambon,Bedahnusantara.com:Balai Arkeologi Maluku menggelar webinar arkeologi rumah peradaban Ambon  tahun 2020 yang berlangsung di Pacific Hotel, Kamis (12/11/2020).

InShot 20201112 221022112

Webinar dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional I Made Geria, dan pemateri dari Unpatti diantarabya, guru besar Arkeologi Prof. Dr. Hermien L. Soselisa MA dengan materi Ambon sebagai simpul budaya dan perdaban  dan pengajar Sejarah Unpatti Johan Pattiasina, S. Pd, MA dengan materi Ambon dalam historiagrafi nasional dan dunia.

Kepala Balai Arkeologi Maluku, Bambang Sugiyanto mengatakan, webinar rumah peradaban untuk menginformasikan hasil penelitian yang telah sudah dilaksanakan Balai Arkeologi Maluku selama ini di Provinsi Maluku dan Maluku Utara kepada masyarakat.

“Memang ada beberapa cara melaksanakan kegiatan ini, kalau kondisi kita normal karena, kita laksanakan kegiatan dalam bentuk seminar, sosialisasi word shop dan lomba untuk mengetahui bagaimana masyarakat memberikan apresiasi hasil penelitian arkeologi.

“Selama ini sudah seberapa jauh masyarakat dapat mengetahui tentang hasil.penelitian Arkeologi karena, kita ingin mengungkap, memaknai dan mencintai arkeologi yang dimulai dengan penelitian,” ujarnya.

Dengan mengungkap nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada, kita dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk mereka mengenal tentang arkeologi.

“Seperti yang kita ketahui ada budaya Maluku ada yang terpendam dan ada yang dapat dilihat masyarakat karena, Maluku memiliki banyak benteng sehingga, disebut sebagai negeri seribu benteng dan negeri seribu raja tapi kalau ditanya benteng itu dimana saja hanya ada beberapa yang bagus,” paparnya.

Pihaknya merasa bersyukur karena, benteng Victoria merupakan salah satu benteng yang digunakan oleh angkatan darat sehingga, dapat dijaga dan dirawat secara baik.

Sementara itu, lanjut dia, ada benteng lain yang tidak terawat bahkan, ada yang hilang ditelan waktu.

“Kalau benteng Victoria tidak dipakai oleh angkatan darat pasti sudah hancur, karena di Negeri Passo ada benteng yang tidak dijaga dan dirawat sehingga, sudah tidak ada lagi bahkan, saat ini lokasi benteng telah dijadikan tempat sampah,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya melakukan kerjasama dengan Unpatti karena, di Maluku benda arkeologi kebanyakan sejarah arkeologi itu berdasarkan pada saat benda-benda itu ditinggalkan, pada saat benda ditinggalkan akan lebih baik kalau sejarah yang berbicara. Sedangkan tulisan  akan dilakukan oleh arkeologi.

Karena itu, pihaknya berupaya memberikan informasi yang benar tentang sejarah.

“Saya ingin masyarakat sadar dengan sejarah dan berikan yang sebesar-besarnya kepada sejarah ada,” terangnya.( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan