Aktivasi IKD Didorong untuk Mendukung Penyaluran Bansos Digital 2026

IMG 20260306 WA0017 scaled

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah penting dalam mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) secara digital pada tahun 2026. Dengan sistem digital ini, seluruh data bantuan yang diterima masyarakat nantinya akan terintegrasi dan dapat diakses melalui aplikasi IKD.

Camat Leitimur Selatan, Ivan E Pattinama, mengatakan bahwa aktivasi IKD menjadi langkah strategis agar bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan transparan.

Menurut Pattinama, dalam sistem bansos digital yang akan diterapkan, setiap penerima bantuan akan dapat melihat langsung berbagai jenis bantuan yang diterima melalui aplikasi IKD yang terhubung dengan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Langkah baiknya masyarakat mengaktifkan IKD. Karena untuk digital bansos tahun 2026 ini, semua bantuan sosial akan terbaca secara digital. Melalui IKD itu nanti ada salah satu aplikasi yang memuat informasi bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Jadi nama-nama bantuannya sudah ada di situ,” ujar Pattinama saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Ambon, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, dengan sistem tersebut masyarakat penerima bantuan dapat mengetahui secara langsung jenis bantuan yang diterima sehingga penyalurannya menjadi lebih transparan serta menghindari kesalahan data penerima.

Lebih lanjut Pattinama menuturkan, langkah yang dilakukan Dukcapil saat ini adalah melakukan pendekatan awal melalui program jemput bola ke kecamatan. Namun proses tersebut masih difokuskan pada tahap awal, yakni pengaktifan IKD bagi agen-agen yang akan menjadi bagian dari piloting program digital bansos.

“Langkah Dukcapil turun ke kecamatan itu masih dalam proses awal untuk pengaktifan IKD bagi agen-agen piloting digital bansos. Nantinya agen dari masing-masing kecamatan ini yang akan turun langsung ke masyarakat untuk membantu mengaktifkan IKD,” jelasnya.

Ia menambahkan, agen-agen tersebut memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial, untuk melakukan aktivasi IKD sehingga mereka dapat mengakses informasi bantuan secara langsung melalui aplikasi yang telah disediakan.

Pemerintah berharap melalui sistem digital ini, proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih akurat, transparan, serta memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan