Ada 5 Komoditi Penyumbang Inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual

Demikian Berita Resmi Statistik dari Kepala BPS Provinsi Maluku Ir. Diah Utami, M.Sc kepada pers di Kantor BPS Provinsi Maluku Jumat (2/1/2015).
Ir. Diah Utami, M.Sc (tengah)

Ambon, Bedah Nusantara.com: Pada Desember 2014 Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 1,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,04. Dari 82 kota IHK, tercatat 82 kota atau semuanya mengalami inflasi.

Dari 2 kota IHK di Provinsi Maluku, Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 1,85 persen dengan IHK 115,04 dan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 1,43  persen dengan IHK 125,34.

Demikian Berita Resmi Statistik dari Kepala BPS Provinsi Maluku Ir. Diah Utami, M.Sc kepada pers di Kantor BPS Provinsi Maluku Jumat (2/1/2015).

Menurut Diah Utami, Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke 4,53 persen dengan IHK 123,90 dan terendah terjadi di Kota Meulaboh 1,17 persen dengan IHK 120,56.

Dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan Desember 2014 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 78, inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 67, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat 73, serta untuk inflasi tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 73.

Sedangkan dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan Desember 2014 IHK Kota Tual menduduki peringkat 7, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat 81, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki peringkat 5, serta inflasi tahun ke tahun Kota Tual menduduki peringkat 5.

 Tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan Desember 2014 sebesar 6,81 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) sebesar 6,81 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender Kota Tual di bulan Desember 2014 sebesar 11,48 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) sebesar 11,48 persen.

Inflasi di Kota Ambon terjadi pada 6 kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 1,82 persen; pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,08 persen; pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,71 persen; pada kelompok sandang sebesar 0,16 persen; pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,05 persen; dan pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 5,13 persen. Deflasi hanya terjadi pada 1 kelompok pengeluaran yakni pada kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan dalam kota, ikan cakalang, bensin, beras dan angkutan udara.

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah ikan ekor kuning, bensin, jantung pisang, tarif listrik, dan cabai rawit.(BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan