Ambon, Bedahnusantara.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Ambon, dan salah satu agenda utamanya adalah meninjau Pasar Mardika “Gedung Putih”. Kunjungan itu menjadi momentum penting untuk melihat langsung kondisi pasar modern yang tengah dioptimalkan fungsinya bagi kesejahteraan pedagang dan masyarakat.
Menurut jadwal yang dirilis media lokal, setelah melakukan kunjungan ke proyek strategis di wilayah provinsi Maluku, Wapres akan tiba di Pasar Mardika pada Selasa (14/10/2025 sekitar pukul 16:15 WIT.
Melalui pantauan wartawan bedahnusantara.com Sebelumnya, rombongan juga meninjau beberapa titik lain seperti PLTMG di Waai dan proyek infrastruktur lainnya di daerah.
Saat berada di Pasar Mardika, Wapres yang di dampingi Gubernur Maluku dan Walikota Ambon rombongan tinjaua lokasi secara langsung:
• Kondisi fisik gedung “Gedung Putih”, fasilitas, serta kesiapan pasar untuk operasional penuh.
• Konektivitas fasilitas pasar dengan sistem digital dan penerapan mekanisme transparan dalam pengelolaan pasar.
• Interaksi langsung dengan pedagang dan pengelola pasar mengenai kendala operasional serta aspirasi mereka.
• Potensi dukungan pemerintah pusat agar pasar rakyat seperti Mardika dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih baik di Ambon dan Maluku.
Wakil Presiden diharapkan tidak hanya meninjau secara simbolis, tetapi membawa rekomendasi kebijakan konkret agar pasar rakyat memiliki dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Salah satu harapannya adalah optimalisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui sistem pasar yang tertib, efisien, dan akuntabel.
Menjelang kedatangan Wapres, pengamanan diperketat oleh aparat keamanan (TNI, Polri) bersama instansi terkait.
Di samping itu, pihak Disperindag Maluku telah melakukan penertiban pedagang agar aktivitas pasar terfokus di Gedung Putih, mengurangi ketidakaturan di area sekeliling pasar.
Kunjungan Wapres ke Pasar Mardika “Gedung Putih” Ambon akan menjadi titik penting dalam evaluasi kebijakan pasar rakyat di Maluku. Bila dirawat dengan baik, gedung tersebut dapat menjadi model pasar modern di kawasan timur Indonesia. Namun, hasil yang dirasakan masyarakat akan sangat bergantung pada kesinambungan pengelolaan, regulasi, dan dukungan dari pemerintah pusat serta daerah. (BN Grace)





