Usulan Perbaikan Jalan Perumnas BTN Wayame Akan Direalisasikan Tahun 2026

IMG 20251013 WA0030 scaled

 

 

Ambon, Bedahnusantara.com — Upaya pemerintah desa untuk memperjuangkan pembangunan jalan lintas Perumnas BTN Wayame akhirnya mendapat titik terang. Setelah melalui proses panjang sejak beberapa tahun lalu, rencana peningkatan jalan tersebut kini telah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026.

 

Kepala Desa Wayame, Syamsudin Menur, AM.Pd, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah disampaikan sejak masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya, baik di tingkat kecamatan maupun melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Ambon. Bahkan, dirinya bersama pihak kecamatan sudah dua kali mengusulkan langsung ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku.

 

“Sudah pernah dipanggil dan pihak provinsi juga sudah turun langsung meninjau ke lokasi waktu itu. Namun, mungkin karena keterbatasan anggaran, program ini belum sempat direalisasikan,” jelas Menur saat diwawancarai di Kantor Desa Wayame, Senin (13/10/2025).

 

Menurutnya, tim dari Dinas PUPR juga pernah turun untuk melakukan pengecekan dan pengukuran, tetapi pekerjaan tersebut kembali tertunda tanpa kejelasan. Meski begitu, pihak desa tetap konsisten menyuarakan aspirasi warga agar akses jalan tersebut segera diperbaiki.

 

“Saya ini sebagai pimpinan desa selalu menyuarakan persoalan ini, karena kondisi jalan di sana sudah sangat memprihatinkan. Warga juga terus berharap adanya perhatian pemerintah,” tambahnya.

 

Harapan baru muncul ketika usulan tersebut kembali dibahas dalam program “Wali Kota Jumpa Rakyat” yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, tokoh masyarakat bersama pemerintah desa Wayame kembali mengusulkan perbaikan jalan lintas Perumnas BTN Wayame, dan Pemerintah Kota Ambon pun berkomitmen memasukkannya dalam rencana kerja tahun 2026.

 

“Waktu itu Pak Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, juga sempat menyampaikan permohonan maaf karena ada beberapa program perbaikan jalan yang seharusnya dikerjakan pada 2025 harus ditunda akibat pemangkasan anggaran. Namun untuk tahun 2026, jalan di Desa Wayame sudah masuk dalam rencana prioritas,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, sebagian warga sempat menyoroti kondisi jalan yang mulai rusak parah karena aspal lama sudah terkelupas dan berlubang di sejumlah titik. Namun, pemerintah desa bersama masyarakat berupaya menjaga kondisi jalan agar tetap bisa dilalui, sambil menunggu pelaksanaan perbaikan permanen.

 

“Kami berharap sebelum pekerjaan besar dilakukan, setidaknya bisa ada perbaikan sementara untuk menutup lubang-lubang yang cukup ekstrem agar warga bisa beraktivitas dengan aman,” tutup Syamsudin Menur. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan