Ambon,Bedahnusantara.com-Sekolah Luar Biasa (SLB) B Karya Kasih, kecamatan Sirimau Kota Ambon, adalah sekolah yang menampung kurang lebih 25 siswa atau kaum disabilitas jenis tunarungu di kota Ambon, dan sudah dibuka sejak tahun 1990. Potensi jumlah kaum disabilitas di sekolah ini harus mendapat perhatian dari berbagai pihak, mengingat penangan terhadap masalah disabilitas di masyarakat pada umumnya belumlah mendapat acungan jempol dan perhatian serius berbagai pihak. Hal ini dikarenakan beraneka ragam jenis dan masalah sangatlah kompleksitas, sehingga membutuhkan penangan dan perhatian secara serius dari berbagai pihak. Penyandang disabilitas umumnya disandang oleh masyarakat yang rentan miskin. Diskriminasi dan ketidak terjangkauan kesehatan serta stigma negatif dari masyarakat menjadikan kelompok masyarakat penyandang disabilitas menjadi bagian dari lingkaran kemiskinan di Indonesia yaitu 9,7 % dari jumlah penduduk Indonesia.
Pada SLB B Karya Kasih, pelayanan pemeriksaan kesehatan disabilitas yang minimal setiap bulannya dilakukan, belumlah terorganisir dan diprogramkan secara baik. Belum lagi pengetahuan dan pemahaman akan perilaku hidup bersih masihlah sangat kurang. Padahal, mereka, dengan kekurangan fisik yang melekat pada dirinya, rentan terhadap berbagai penyakit yang muncul akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
“Oleh karena itu, pada Senin, 26 September 2022 melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku (PKM UKIM) yang di Ketuai oleh Korneles Balak S.Sos M,Kesos dan Dra. Cornelly M.A.Lawalata, M.Si sebagai anggota , yang keduanya adalah Staf Pengajar atau Dosen pada Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UKIM, merasa perlu untuk melakukan Pengabdian kepada Masyarakat untuk membantu anak-anak disabilitas di Sekolah Luar Biasa B Karya Kasih atau kategori Tunarungu. Lebih lanjut Dra Cornelly M.A.Lawalata, M.Si yang sering disapah Ibu Lussy mengungkapkan dari diskusi Tim PKM dengan Mitra bahwa terdapat masalah pada mitra diantaranya, belum dilakukannya pemerikasaan kesehatan secara rutin bagi kaum Disabilitas atau anak tunarungu sehingga dapat terdeteksi dini penyakait gejala cacing yang diderita. Masalah yang berikut adalah, belum terpenuhinya gaya hidup bersih dan sehat bagi Kaum disabilitas tunarungu yang menuju pada kemandirian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dari permasalahan yang ada, maka ada dua kegiatan yang dilakukan TIM PKM yaitu 1. Melakukan pemeriksaan kesehatan bagi kaum disabilitas melalui pemeriksaan kesehatan gigi, kuku, rambut, cek suhu tubuh, dan deteksi dini gejala cacing dan kegiatan yang ke 2 yaitu, Melakukan sosialisasi tentang PHBS secara verbal dan visual untuk mendorong potensi diri dalam menjaga kesehatan fisik maupun psikhis. Diharapkan dari dua kegiatan PKM ini bahwa Kaum Disabilitas mengetahui sejak dini penyakit yang diderita agar dapat diobati dan juga untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mempraktekan pola hidup bersih dan sehat bahwa PHBS sangat penting untuk kesehatan kaum disabilitas tunarungu di SLB B Karya Kasih Karang Panjang Kota Ambon. Pada kesempatan ini juga kami ingin nenyampaikan terima kasih kepada Mitra yaitu Kepala Sekolah SLB B Karya Kasih yang sudah memberikan kesmpatan untuk Tim melakukan pengabdian kepada masyarakat, juga kepada LPM UKIM yang sudah memberikan dana bagi pelaksanaan PKM ini. Demikian tandas Ibu Lussy.( BN-04)








