Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Insiden kecelakaan kerja yang menimpa salah satu karyawan PT Milion Limbah Ambon (PT MLA), Marten Yosep Matuankotta alias Mario (29), menjadi perhatian serius pihak perusahaan. Peristiwa yang mengakibatkan tangan korban terjepit mesin produksi tersebut kini menjadi bahan evaluasi internal untuk memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
General Manager PT MLA, Adnan, saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan penilaian sementara, kecelakaan tersebut terjadi ketika tangan pekerja masuk ke bagian mesin hingga mengalami cedera serius.
Adnan menyebut, insiden itu diduga berkaitan dengan kurangnya konsentrasi pekerja saat menjalankan aktivitas produksi. Meski demikian, pihak perusahaan mengakui bahwa kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting dalam memperbaiki sistem keselamatan kerja.
“Memang kemarin itu murni kecelakaan kerja. Kemungkinan ada faktor kurang konsentrasi dari pekerja sehingga tangannya masuk dan terjepit mesin,” ungkap Adnan.
Ia menjelaskan, setelah kejadian berlangsung, perusahaan langsung mengambil tindakan dengan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Sakit Tentara (RST).
Selain memastikan korban memperoleh penanganan medis, pihak perusahaan juga langsung mengurus administrasi rumah sakit serta jaminan kecelakaan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Adnan, kepesertaan BPJS korban dalam kondisi aktif sehingga proses penanganan kecelakaan kerja dapat dilakukan melalui fasilitas jaminan tersebut.
“Perusahaan tidak lepas tangan. Begitu kejadian, kami langsung membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis dan mengurus seluruh administrasi, termasuk BPJS kecelakaan kerja,” jelasnya.
Adnan menegaskan, perusahaan tidak hanya berfokus pada penanganan korban, tetapi juga akan melakukan pembenahan terhadap sistem operasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ia menyatakan, evaluasi terhadap prosedur kerja, peningkatan kedisiplinan serta penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi perhatian perusahaan ke depan.
“Kami berharap ke depan seluruh pekerja lebih disiplin. Sistem kerja yang masih kurang akan kami perbaiki, termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan untuk mencegah kecelakaan,” tutupnya. (BN Grace)









