Menuju Ambon Tangguh, VIRUS Disiapkan Jadi Program Edukasi Kebencanaan Berkelanjutan

8279b93c 71c9 4306 b3b1 b21ad556a297

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Membangun Kota Ambon yang tangguh terhadap bencana membutuhkan strategi jangka panjang yang melibatkan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika bencana terjadi, penguatan kesiapsiagaan sejak dini harus menjadi bagian penting dalam kebijakan penanggulangan bencana.

Salah satu gagasan yang diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut adalah proyek perubahan VIRUS atau Virtual Reality Gempa Bumi dan Tsunami yang dikembangkan Frits Raimond M. Tatipikalawan, S.Hut., M.Si.

Inovasi ini mengusung pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai sarana edukasi pra-bencana, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Gagasan VIRUS berangkat dari kebutuhan menghadirkan sistem edukasi yang lebih kontekstual, berulang, terukur, dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Hal tersebut menjadi penting karena metode edukasi yang selama ini berjalan perlu terus dikembangkan agar mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

Menariknya, nama VIRUS memiliki filosofi tersendiri. Program ini diharapkan mampu menularkan hal-hal positif kepada masyarakat, terutama pengetahuan, kepedulian, kesadaran, dan budaya kesiapsiagaan terhadap bencana.

Dengan pendekatan tersebut, edukasi kebencanaan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan formal yang hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pelaksanaan proyek perubahan dirancang dalam tiga tahapan pengembangan.

Dalam jangka pendek, perhatian diarahkan pada pembangunan model edukasi berbasis VR dan sosialisasi awal di sekolah.

Kemudian, dalam jangka menengah, implementasi akan diperluas ke lingkungan sekolah, kelurahan, desa, komunitas, serta masyarakat di kawasan yang menjadi prioritas penanganan risiko bencana.

Adapun dalam jangka panjang, VIRUS diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan sebagai bagian dari sistem edukasi kebencanaan Kota Ambon yang berkelanjutan, sekaligus diintegrasikan ke dalam program BPBD.

Untuk memastikan keberlanjutan inovasi, diperlukan kepemimpinan strategis, kolaborasi multipihak, dukungan teknologi digital, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Seluruh komponen tersebut menjadi faktor penting agar pemanfaatan VR tidak berhenti sebagai proyek inovasi semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas masyarakat.

Melalui pengembangan VIRUS, arah edukasi kebencanaan Kota Ambon didorong mengalami transformasi, yakni dari pola pembelajaran yang hanya membuat masyarakat mengetahui menjadi pendekatan yang memungkinkan mereka mengalami, memahami, dan siap mengambil tindakan.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun masyarakat yang sadar risiko, memiliki budaya keselamatan, dan mampu menghadapi ancaman bencana demi mewujudkan AMBON TANGGUH. (Bn Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan