Ambon, Bedahnusantara.com: Sistus Sistem Penerimaan Murid Baru (SMPB) kembali bermasalah saat proses test serempak yang berlangsung di Hari Sabtu 14 Juni 2025.
Sejumlah besar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ambon yang melakukan test serempak mengalami gangguan server dan tidak bisa di akses sama sekali sejak pukul 09:00 WIT – 11:00 WIT.
Hasil pemantauan Media Bedahnusantara.com, saat memasuki Sistus SPMB Kota Ambon, sejumlah siswa bisa memasuki beranda untuk memulai test tapi lebih banyak siswa yang sama sekali tidak bisa memasuki sistem untuk menjawab soal.
Ternyata hal tersebut kemudian menimbulkan berbagai kepanikan dan keresahan dari masyarakat yang notabene orang tua wali murid, yang terpantau mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti test masuk serempak dan menunggu di lingkungan sekolah hingga anak-anak mereka menyelesaikan test masuk.
Hal demikian ternyata berdampak kepada aksi protes dan komplain yang di tujukan kepada para kepala sekolah dan pihak sekolah yang di pertanyakan soal proses test yang tidak bisa di akses oleh anak-anak mereka.
Ditempat terpisah, aksi komplain dan protes ternyata juga di alami oleh para Raja, lurah dan Kades di Kota Ambon yang di hubungi orang warga masyarkat mereka masing-masing dengan berbagai keluhan dan protes akibat proses tets para anak mereka tidak bisa di lakukan karena sistem dan server yang tidak bisa di akses.
Kepada Media Bedahnusantara.com, Raja Negeri Ema dan sejumlah Raja serta kades, menyampaikan keluhan mereka, sebab warga masyarakat negeri masing-masing banyak melakukan aksi komplain dan protes akibat situs SPMB Kota Ambon tidak bisa di akses.
” Kaka Bu, katong ini su pusing dan paling stres, sebab semua orang telfon Katong raja-raja dan Kades karena donk anak-anak seng bisa Iko tets, katanya server terganggu dan sistem erorr,” ungkapa RaJa. Negeri Ema Janse Tresia Leimena meneruskan komplain para orang tua murid kepada para Raja dan kades.
Dia menambahkan, orang tua protes kepada kami, sebab banyak anak mereka yang sudah disiapkan di sekolah sejak jam 08:00 pagi dan ada yang karena panik sudah sampai sakit, akibat tidak sempat sarapan dan takut karena situs SPMB Kota Ambon tidak bisa di akses,
” Orang-orang tua sudah bakalai Katong tanya, Raja ini bagaimana? Anak-anak ada yang su lemas, ada yang su panik karena takut z lulus test, karena sekolah juga seng bisa jelaskan kenapa situs seng bisa di akses,”. Ungkap para Raja Ema.
Katong ini su baku telfon, lanjutnya tapi seng ada kejelasan bagaimana dan sampai kapan masalah ini teratasi, sebab semakin tidak ada kejelasan maka pihak orang tua tetap akan melakukan komplain dan protes.
” Ini seng ada kepastian, kapan akang jadi,orang tua komplain Katong Raja-Raja dan Kades, lalu Katong mau bikin bagaimana? Dinas Kominfo dan Kadis Pendidikan musti ada langkah”. Ungkap Raja Negeri Ema Janse Tresia Leimena.
Katong bahkan dapat komplain dari masyarakat yang minta kalau kepala dinas Infokom dan kadis pendidikan di ganti saja, sebab semestinya hal-hal seperti ini sudah di persiapkan antisipasinya sejak jauh hari.
” Orang-orang tua yang telfon Katong bilang, kalau bisa Raja-raja donk bilang Walikota ganti Kadis Infokom dan Pendidikan saja, sebab hal-hal bagini mestinya donk su mesti antisipasi akang,” ungkap Raja Ema mengutip komplain orang tua murid.
Sampai berita ini di publikasi, pihak Kominfo kota Ambon dan Dinas Pendidikan masih coba di hubungi oleh Pihak media, Namum belum ada jawaban. (BN-04)






