Sejumlah Cabor : Mosi Tidak Percaya Itu Tidak Etis, Sebab Kesalahan Ada Pada Semua Pihak

 

Maluku, Bedahnusantara.com: Kegagalan dalam pencapaian Prestasi dan Menurunnya prestasi Atlit Maluku hingga mencapai pada peringkat 31 di PON XXI Aceh Sumut Tahun 2024 menjadi perhatian sejumlah pihak.

Biru dan Putih Modern Cover Proposal Pemasaran A4 Dokumen 6

Sebab sebelumnya Rangking Maluku berada peringkat 21 pada saat Event PON XX di Papua.

Sejumlah pihak mulai melakukan analisa dan evaluasi terkait kemerosotan tersebut. Bahkan tidak sedikit yang mencoba mencari kelemahan dan kesalahan dari pihak – pihak yang di anggap bertanggung jawab.

Terakhir, nampak telah ada peryataan MOSI TIDAK PERCAYA pada Ketua Umum KONI Maluku, Irjen.Pol. Murad Ismail, yang di nilai gagal dalam menahkodai KONI Maluku hingga menyebabkan merosotnya Rangking Maluku di daftar Rangking Prestasi.

Ditengah gemuruh ombak seruan Mosi Tidak Percaya kepada Ketua Umum KONI Maluku, terdapat sejumlah Cabang Olah Raga, yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, yang berpendapat lain terkait Mosi Tidak Percaya tersebut.

Menurut mereka, langkah Evaluasi memang sangat di butuhkan untuk menindak lanjuti hasil dan proses yang telah di lalui,.

” Kita memang sangat mendukung langkah Evaluasi, dalam hal ini terkait prestasi, dan rangking Provinsi Maluku yang turun dari 21 ke Rangking 31. Akan tetapi kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan semua kegagalan dan kesalahan kepada satu orang saja,” ungkap mereka.

Kami berpendapat langkah Mosi Tidak Percaya adalah salah satu hal yang sedikit keliru, mengingat Ketua Umum KONI Maluku, Irjen.Pol. Murad Ismail, telah mendelegasikan kewenangan dan otoritas kepada Ketua Harian, Sekum dan Jajaran yang ada.

” Karena ada pendelegasian kewenangan dalam struktur organisasi, sebab itu adalah sangat tidak beretika ketika kita mencapai hasil yang buruk, kita lantas menyalahkan Ketua Umum semata-mata,”. Terang mereka

Kita ini, lanjut mereka, semestinya kit bersama-sama membenahi,memperbaiki dan membangun lagi KONI Maluku, bukan malah menyalahkan Ketua Umum seorang, atas kegagalan atau buruknya prestasi.

“Kita jangan jadi seperti Netizen Timnas Indonesia dan Towel, kerjanya yang kerjanya hanya bisa mengkritik kerja Keras PSSI dan SYT. Saat Timnas Kita Sukses, tidak ada apresiasi sedikitpun pada para Pemain, PSSI, dan STY selaku Pelatih kepala. Nanti ketika kita mendapati hasil kurang baik, semua Ramai-ramai Menyerang dan Menyalahkan STY, padahal dalam membina dan mengembangkan Timnas Indonesia, STY tidak berkerja seorang diri, tapi ada sistem yang mendukung dan itu juga yang terjadi pada KONI Maluku,”. Jelas mereka.

Jika kita mau melakukan Evaluasi, mari kita bersama-sama , jangan ada yang saling menyalahkan, sebab jika boleh mempertanyakan kinerja, kami juga bisa mempertanyakan Kinerja Ketua Harian, Sekum, Sekretaris Harian, dan Jajaran lain, termasuk kami sendiri sebagai pimpinan dan pembina Cabang Olahraga yang ada ini. yang menyebabkan pencapaian dan prestasi kita menjadi merosot.

” Karena itu, langkah Mosi Tidak Percaya kepada Katua Umum KONI Maluku, bagi kami tidaklah etis dan tidak elok. Sebab jika mau dipersalahkan maka semua orang, baik Ketua Umum, Sekum, Ketua Harian, dan Sekretaris Harian dan jajaran yang ada, Bahkan Ketua Harian dan Sekum, adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini, karena merekalah penggerak roda Organisasi dan penentu arah pencapaian prestasi,” Tegas Mereka. ( Rilis- Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan