Ambon,Bedahnusantara.com-Sejak dipimpin Direktur Umum (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy terlihat memperihatinkan.
“Saat ini, kondisi RSUD sementara dikategorikan sakit kronis, atau dalam medis telah memasuki stadium akhir. Hal ini disebabkan karena kondisi pelayanan serta manajemen di RS berplat merah itu carut-marut” Kata, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Samson Atapary kepada wartawan di Balai Rakyat Karang Panjang, Jumat (8/3/2024)
Dia mengatakan, kondisi RSUD Haulusy yang memprihatinkan menjadi tantangan bagi Plt Dirut RSUD dr Adonia Rerung, untuk kembali berbenah mengembalikan sejarah RSUD Haulussy sebagai RS rujukan dalam melayani seluruh masyarakat Maluku, yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Ini menjadi tantangan bagi direktur sesuai dengan apa yang dipresentasikan. Karena, apa yang disampaikan akan diteruskan kepada Gubernur Maluku untuk ditindaklanjuti apalagi, RSUD memiliki sumber keuangan yang minim,” ujarnya.
Terhadap semua hal tersebut, menurut Samson Plt Dirut Haulussy meminta, adanya intervensi langsung dari Pemerintah Daerah Maluku lewat bantuan dana sebesar Rp5 miliar untuk melakukan pembenahan terhadap pelayanan RSUD Haulussy.
“Ini bisa dieksekusi oleh Gubernur Maluku, sehingga dapat menganggap serius masalah RSUD Haulussy sehingga, dibuat rapat terbatas khusus untuk memecahkan persoalan ini,” paparnya.
Dia juga mendorong agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku, Biro Hukum Setda Maluku untuk menerbitkan perubahan retribusi untuk biaya perawatan sesuai dengan tipe B dari RS.
“Ini belum terlaksana, kita mengharapkan diujung masa jabatan ini Gubernur serius mengundang Bappeda, Biro Hukum Dinkes untuk Direktur menguraikan pokok-pokok permasalahan lalu kira-kira eksekusi oleh kepala daerah seperti apa untuk menyelamatkan RSUD Haulussy,” tandasnya.(BN_Norin)






