Pemprov Siap Luncurkan Program JPS, Guna Menolong Masyarakat Terdampak Covid 19

Maluku, Bedahnusantara.com: Selain menjamin ketersediaan stok pangan (Kebutuhan Pokok) bagi masyarakat Maluku selama masa Pandemi Covid 19 ini, Pemerintah Provinsi Maluku juga memastikan untuk sesegera mungkin dapat menyalurkan bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS), kepada masyarakat terdampak Covid 19.

program%2BJPS%2Bjalan
Pemprov Siap Luncurkan Program JPS, Guna Menolong Masyarakat Terdampak Covid 19



Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Pencegahan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang kepada awak media di Ambon.

Selanjutnya, Kata Kasrul Selang, untuk jaringan pengaman sosial, gubernur tadi sudah menginstruksikan, kemudian ditindak lanjuti lagi kepada bupati walikota untuk segera menghitung lagi mereka- mereka yang terkena dampak atau kehilangan mata pencarian dalam wabah ini. Masanya tukang becak, ojek, supir angkot dan lainnya.

“Kita sudah menyurati ke seluruh kab/kota untuk segera mendata. Kita sama-sama melakukan pembiayaan, kami di Provinsi 20 persen, kemudian Kabupaten/Kota ada 80 persen. Kalau pendataan di Kabupaten/Kota hari ini da beberapa hari lalu, maka kita punya target satu minggu sebelum masuk bulan suci ramadhan, tahap pertama dari tiga tahap aan kita bagi. Kita akan memperluas yang namanya pembagian sembako. Kalau selama ini cuma 6 bulan, maka kita perpanjang menjadi 9 bulan,”Ungkap Kasrul.

Kasrul menambahkan di perkirakan ada 40 persen masyarakat menengah yang terpengaruh akan wabah ini. 

“Kalau 40 persen terbawa, memang sudah ditangani pemerintah lewat beberapa skip pembiayaan seperti kis (kartu indonesia sehat). Sedangkan yang 20 persen yg paling atas adalah kelompok mereka yang sejahtera. Sedangkan yang terganggu ada 40 persen yakni mereka yang ada di tengah,”tambah Kasrul.

Kasrul mengharapkan agar semua pihak dapat memberikan bantuan sama seperti yang semua pihak harapkan yaitu 40 persen. Dengan kata lain akan semakin memperluas atau mengembangkan PKH yang hanya 40 persen menjadi 80 persen.

“Kami bersama beberapa walikota/bupati sudah mendata. Bahkan kami lihat tadi, kabupaten Maluku Tengah sudah langsung mulai memberikan bantuan kepada nelayan dan kelompok pekerja kita lainnya yang terganggu akibat wabah Covid-19 ini.”Ujar Kasrul.(BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan