Pemkot Ambon Diminta Kontrol Kenaikan Harga Mobil Air Eceran

Ambon,Bedahnusantara.com: Masyarakat Kota Ambon, mengeluhkan sikap dari para pengemudi mobil penjual air minum eceran.

mobil air eceran
Ilustrasi Mobil Air Eceran



Hal ini disebabkan adanya aksi menaikan harga air per tanki secara sepihak, tanpa memikirkan kemampuan ekonimi masyarakat dan juga daya beli masyarakat.

Kepada Media ini, pada Sabtu (14/3) sejumlah warga masyarakat didaerah gunung nona mengungkapkan kekecewaan dan keresahannya sebagai akibat dari proses dugaan penaikan harga air secara sepihak dari pengemudi mobil tanki air eceran.

” katong ini, resah sebab sekarang harga air per satu tangki su naik sampai 200 Ribu, pada hal sebelumnya hanya 150 Ribu, itu juga akibat dari isyu debit air di PDAM Wainitu akan habis,” ungkap warga masyarakat.

Warga masyarakat menyayangkan adanya penaikan harga sepihak tanpa memikirkan kemampuan dan daya beli masyarakat, yang nota bene menurut mereka adalah warga masyarakat dengan penghasilan rendah.

” katong resah dan marah, sebab ini dengan sepihak sopir-sopir oto kasih naik harga air begitu saja, kalaupun memang ada indikasi kenaikan harga ini karena PDAM juga menaikan harga air per tangki, maka katong mau donk para supir ini menaikan harga juga tapi disesuaikan juga dengan harga yang PDAM naikan. misalnya kalau dolo harga air di PDAM per tanki Rp.25.000 dan kini naik jadi Rp. 35.000, misalnya. maka katong berharap
para sopir oto tangki air, juga hanya menambahkan saja Rp.10.000,- kedalam harga di konsumen. jadi semisal dari Rp.150.000,- kini naik jadi Rp. 160.000,-. katong yakin katong masih sanggup beli. akan tetapi kalau donk di PDAM kasih naik hanya Rp. 10.000,- lalu sopir langsung kasih naik jadi Rp.200.000,- per tangki, 
ini namanya membunuh masyarakat,” ungkap warga masyarakat dengan kesal.

Olehnya kami selaku warga masyarakat mengharapkan adanya sikap tegas dari pemerintah Kota Ambon dalam menyikapi persoalan ini.

” kami berharap para pengusaha mobil air tangki yang seperti ini, perlu ditertipkan dan tidak biarkan begitu saja, sebag akan menyusahkan masyarakat,” Ujar mereka.

Hingga Berita ini, dipublikasi, pihak PDAAM Ambon, dan pihak Pemerintah Kota Ambon, belum dapat dimintai penjelasan dan pendapatnya. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan