Pemkot Ambon Ajukan Hibah Mobil Damkar dan Pengelolaan Sampah ke Pemprov DKI Jakarta

IMG 20251205 WA0021 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon secara resmi telah mengajukan permohonan hibah mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan mobil pengelolaan sampah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Permohonan tersebut dilakukan melalui surat yang ditujukan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai bentuk upaya memperkuat sarana dan prasarana pelayanan dasar di Kota Ambon.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon menjelaskan, awalnya pengajuan bantuan dilakukan dalam satu proposal yang mencakup dua jenis kebutuhan, yakni armada pemadam kebakaran dan armada pengelolaan sampah. Namun dalam proses administrasi, proposal tersebut kemudian dipisahkan sesuai dengan fungsi masing-masing perangkat daerah.

“Proposal awalnya digabung, tapi kemudian dipisahkan antara Damkar dan pengelolaan sampah. Masing-masing dilengkapi dengan KAK (Kerangka Acuan Kerja) sebagai persyaratan administrasi,” jelasnya kepada wartawan.

Surat permohonan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, menurutnya, sinyal dukungan dari Pemprov DKI terbilang cukup kuat.

“Untuk Damkar sendiri, dari hasil telaah tim teknis di DKI, kemungkinan besar akan dialokasikan satu unit mobil pemadam kebakaran. Tapi tentu kami tetap berharap bisa lebih dari satu unit karena kebutuhan armada di Ambon masih sangat besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kota Ambon terus melakukan pengembangan pos pelayanan pemadam kebakaran. Tahun ini satu pos baru telah dibuka, dan tahun depan direncanakan akan dioperasikan pos baru di wilayah Nusaniwe, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Kalau pos bertambah di lima kecamatan, otomatis armada juga harus ditambah. Itu untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM), karena Damkar merupakan urusan wajib pelayanan dasar,” tambahnya.

Terkait waktu tanggap (response time), saat ini Damkar Kota Ambon masih berada pada angka 15 menit, sesuai dengan standar pelayanan minimal nasional. Namun dengan penambahan pos dan armada, target percepatan waktu respons diharapkan dapat tercapai lebih cepat.

“Kalau jarak jangkau makin dekat dengan adanya pos baru, tentu respon bisa lebih cepat dari 15 menit. Tapi syaratnya bukan cuma armada, juga SDM, sarana pendukung, termasuk sistem IT,” jelasnya.

Untuk kekuatan personel, saat ini Damkar Kota Ambon memiliki 247 personel aktif. Selain itu, terdapat 35 calon personel baru yang tengah mengikuti masa orientasi, dari total kuota awal 37 orang, dengan dua orang dinyatakan memiliki keterbatasan kesehatan sehingga tidak diikutkan dalam kegiatan fisik berat.

“Orientasi ini untuk pengenalan tugas, siapa kita sebagai pemadam kebakaran, apa tanggung jawabnya, termasuk rambu-rambu etika dan pekerjaan mereka nanti, apakah di sekretariat, bidang teknis, atau di pasukan lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa orientasi tersebut penting agar seluruh personel memahami peran dan tanggung jawab mereka sebelum terjun penuh dalam sistem pelayanan pemadam kebakaran di Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon berharap realisasi hibah armada dari Pemprov DKI Jakarta dapat segera terwujud demi memperkuat sistem pelayanan kebakaran dan pengelolaan sampah yang lebih maksimal bagi masyarakat. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan