Maluku, Bedahnusantara.com: Pasca partai Golongan Karya (Golkar) merekomendasikan Hamza Sangadji sebagai bakal calon Gubernur Maluku 2024 mendatang, timbul berbagai wacana baru yang terlihat akan meramaikan pesta pilitik Pilkada Maluku nanti.
![]() |
| Lapalelo: Murad dan Abas Harus Ingat Pesan Pepatah Maluku, Dalam Jalankan Tugas |
Hal tersebut diantaranya, berkembangnya Isyu bahwa Nono Sampono bakal maju juga selaku Bakal Calon Gubernur Maluku 2024 mendatang.
Tak lama berselang, kemudian munculah berbagai peryataan yang cukup mencengangkan yakni Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan bahwa ” Saya mungkin tidak maju, karena saya sudah cape. Setiap hari kita ke Jakarta ketemu menteri segala macam, masih juga di maki-maki. Jadi saya ngak berpikir kesitu,” tandasnya.
Ternyata bukan hanya Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno juga ikut melahirkan peryataan yang hampir serupa dengan mengatakan bahwa ” Orang bilang Jabatan itu hampir sama dengan binatang liar, yang semakin dikejar maka ia akan semakin liar, jadi kedepannya mungkin saya akan pulang kampung dan bikin kebun serta menjaga kebun saja, biar bisa tidur nyeyak 24 jam”, ungkapnya.
Sedangkan Nono sampono terkait isyu bahwa dirinya akan maju selaku Bakal Calon Gubernur Maluku 2024, dia menegaskan bahwa usianya udah cukup tua jadi belum berfikir kearah itu.
Menyikapi berbagai pernyataan yang ada, peneliti yang juga pengamat politik dari Parameter Research dan Consultant Edison Lapalelo yang dihubungi via telphone, sebab sedang berada di luar Maluku mengungkapkan, bagi kami, apapun yang diungkapkan oleh Pak Murad Ismail, Pak Barnabas Orno, serta Pak Nono Sampono, itu adalah hak konstitusi mereka.
Akan tetapi lanjutnya, kami berharap apa yang diungkapkan oleh para tokoh dan pejabat Negara ini, tidaklah kemudian dianggap seolah hanya candaan atau hanya untuk lucu-lucuan semata.
” kami berharap mereka (Murad, Orno, Sampono, Red) tidak menganggap semua pernyataan mereka hanya untuk bahan candaan atau lucu-lucuan, mengapa? sebab dalam kapasitas mereka yang begitu besar, baik selaku Gubernur Maluku, Wakil Gubernur, juga seorang anggota DPD RI, tentunya hal-hal seperti ini janganlah sekedar bahan candaan akan tetapi haruslah didasari dengan sebuah substansi yang dapat diterima oleh nalar dan cara berfikir masyarakat umum, mengingat mereka ini adalah tokoh dan pejabat Negara yang kapasitas dan kapabilitasnya sangat diakui,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pada saat Pa Hamza Sangadji direkomendasikan oleh partai sebesar partai Golkar, ini memberi pesan bahwa Maluku ini sangat menarik dan seksi yang kemudian menyebabkan banyak tokoh-tokoh diarahkan untuk ada pada kontestasi Pilkada Gubernur 2024 mendatang. akan tetapi jika kemudian ada peryataan-peryataan yang seperti disampaikan oleh Pa Murad, Orno dan pa Nono, ini memberikan banyak presepsi yang multi tafsir dan juga seolah memberi pesan buruk, dan pesismisme yang tinggi.
” pernyataan mereka (Murad,Orno dan Sampono, Red) seolah memberikan pesan terbalik dari apa yang dilihat oleh pemerintah pusat, bahkan terkesan seakan maluku ini begitu rumit, sehingga dalam hal mengurus Maluku, adalah hal yang sangat menyulitkan dan melelahkan, yang kemudian dari peryataan mereka, para tokoh ini mau mempertegas bahwa mereka sudah lelah dan capek, yang mana dapat dilihat dari ungkapan-ungkapan mereka di media masa,” Jelasnya.
Lapalelo menambahakan, saya kira peryataan seprti ini, jangankah saya selaku peneliti dan pengamat. masyarakat biasa baik itu tukang ojek, tukang becak,penjual di pasar Mardika pun, akan tersenyum bahkan bisa sampai tertawa ketika mendengar peryataan yang seperti demikian itu.
Olehnya, kata Lapalelo, harapan kami Pa Murad dan Pa Abas Orno, janganlah terlalu dini dalam mengeluarkan peryataan seperti tersebut. sebab kami masyarakat Maluku masih berharap agar bapak berdua dapat terus kuat dan bersemangat untuk menjadi pemimpin yang akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Maluku. sebab bagi kami perjalanan keduanya dalam mengemban harapan rakyat Maluku, belumlah mencapai setengah perjalanan, dan dipundak mereka masih sangat tinggi ekspetasi dan harapan masyarakat Maluku, sebagaimana janji kampanye mereka saat pemilu lalu.
” masyarakat Maluku tentunya masih memiliki harapan yang besar kepada keduanya, apalagi terkait janji politik mereka pada saat kampanye lalu, yang walaupun tidak dapat kita pungkiri, bahwa ada masyarakat yang senang, namun ada juga masyarakat yang tidak senang bahkan kecewa, yang merupakan sebab akibat dari belum terealisasinya janji kampanye mereka berdua, bahkan ada program hasil kampanye yang nyaris tidak bisa atau bahkan mustahil untuk terlaksana,” Paparnya.
Atas dasar itulah, maka kami berharap kepada Pa Murad dan Pa Abas untuk terus fokus dan berjuang mensejahterakan Masyarakat dengan gaya dan pola mereka masing-masing, yang mana Pa Murad dengan gaya yang bersemangat dalam memperjuangkan berbagai dana dan mendatangkan infestor demi kesejahteraan masyarakat, sedangkan pa Abas dengan gaya yang selalu tersenyum dengan masyarakat.
” pola dan gaya mereka (Murad dan Abas,Red) mestinya tetap jadi suplemen penguat dalam perjuangan dan kerja mereka, walaupun ada hal lain yang menjadi rahasia umum, bahwa Pa Murad harus berjuang sekuat tenaga demi menjamin kemenangan PDI-P pada semua Pilkada di Maluku. sedangkan Pa Abas memiliki beban selaku seorang kakak untuk memastikan agar adiknya Odie Orno bisa berhasil pada Pilkada di MBD mendatang,” Ungkapnya.
Olehnya kami berharap kiranya hal ini tidaklah menjadi alasan untuk keduanya menjadi rival dalam proses pemerintahan, sebab jika itu terjadi maka akan sangat merugikan masyarakat.
” Sebab ada sebuah pepatah Maluku yang perlu kita jadikan pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita dimanapun kita berada yakni; Sei Hale Hatu,Hatu Lisa Pei. Sei Lesi Sou,Sou Lesi Ei. yang artinya ” Siapa bale Batu, Batu Gepe Dia, Siapa Langgar Sumpah Sumpah Makan dia,” Tegas Lapalelo. (BN-08)






