Karang Taruna Maluku Waspadai Karhutla

IMG 3565

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Menghadapi kondisi cuaca panas dan kering yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, Karang Taruna Provinsi Maluku mengingatkan seluruh jajaran dan warga Karang Taruna di daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Imbauan tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku, Alexander Waas, S.H., M.M., menyikapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Maluku.

Alexander meminta seluruh jajaran Pengurus Karang Taruna mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Desa/Negeri/Kelurahan untuk aktif melakukan pemantauan kondisi lingkungan serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama pada kawasan hutan, perkebunan, semak belukar maupun lahan-lahan kering yang mudah terbakar.

Berdasarkan kondisi terkini, pada 8 Agustus 2026, BMKG melalui Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) mencatat tingkat kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori Aman hingga Sangat Mudah Terbakar.

Kondisi tersebut, kata Alexander, perlu menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Terlebih, kebakaran lahan juga telah terjadi di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang menunjukkan bahwa ancaman Karhutla bukan sekadar potensi, tetapi sudah terjadi di wilayah Maluku.

“Ancaman Karhutla nyata dan perlu menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya dalam imbauan yang disampaikan pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Alexander menegaskan, Karang Taruna sebagai kekuatan sosial kepemudaan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa/negeri harus mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi dini Karhutla.

Namun, peran tersebut harus tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan anggota serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan aparat terkait.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran Karang Taruna untuk memantau kondisi lingkungan masing-masing, terutama kawasan hutan, perkebunan, semak belukar dan lahan kering yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.

Jika ditemukan titik api maupun kepulan asap, warga Karang Taruna diminta segera melaporkannya kepada Pemerintah Desa/Negeri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, TNI/Polri maupun instansi terkait.

Alexander juga mengingatkan agar warga Karang Taruna tidak mengambil tindakan pemadaman yang berisiko tanpa koordinasi dengan petugas berwenang.

Selain melakukan pemantauan, Karang Taruna juga diminta ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok atau sumber api lainnya secara sembarangan, khususnya di kawasan yang berada dalam kondisi kering.

Untuk memperkuat sistem pencegahan, Pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota diminta membangun komunikasi dan koordinasi dengan BPBD serta pemerintah daerah masing-masing.

Setiap perkembangan situasi terkait potensi maupun kejadian Karhutla juga diminta segera diteruskan kepada Pengurus Karang Taruna Provinsi Maluku.

Alexander menilai, jejaring Karang Taruna hingga tingkat desa/negeri memiliki posisi strategis sebagai bagian dari sistem informasi dan peringatan dini berbasis masyarakat.

Karena itu, jejaring tersebut perlu diaktifkan, terutama di wilayah-wilayah yang mulai mengalami kekeringan dan memiliki tingkat kerawanan kebakaran.

Jika terjadi kebakaran, warga Karang Taruna juga dapat mengambil bagian dalam membantu proses evakuasi masyarakat, menyampaikan informasi kepada warga, melakukan pengamanan terhadap kelompok rentan serta memberikan dukungan kemanusiaan.

Namun, ia kembali menekankan bahwa keselamatan anggota Karang Taruna harus menjadi prioritas. Sementara proses pemadaman utama tetap dilakukan bersama petugas yang memiliki kewenangan dan kemampuan penanganan kebakaran.

“Kita tidak perlu menunggu kebakaran menjadi besar untuk bergerak. Deteksi dini, laporan yang cepat, koordinasi yang baik, dan kesadaran masyarakat merupakan kunci mencegah Karhutla meluas,” ujar Alexander.

Kepada seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Maluku, ia juga menginstruksikan agar terus memantau perkembangan situasi selama periode cuaca kering.

Setiap kejadian maupun indikasi Karhutla di wilayah masing-masing diminta segera dilaporkan sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.

Alexander berharap seluruh jajaran Karang Taruna dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan