Januari 2023,NTP Alami Penurunan 0,46 Persen

Ambon,Bedahnusantara.com – Berdasarkan Rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku pada bulan januari 2023 nilai tukar petani mengalami penurunan 0,46 persen disebakan  indeks harga hasil produksi
pertanian.

Hal ini disampaiakan Statistisi Madya BPS Maluku, Jesica Pupella dalam keterangannya di Kantor BPS Provinsi Maluku, Rabu (1/2/2023).

‘Menurutnya,Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 42 kecamatan di Provinsi Maluku pada
Januari 2023, diketahui bahwa NTP Provinsi Maluku secara rata-rata mengalami penurunan

sebesar 0,46 persen dibanding Desember 2022, atau turun dari 103,88 pada Desember 2022

menjadi 103,39 pada Januari 2023.
Penurunan NTP disebabkan oleh indeks harga hasil produksi
pertanian (It) yang tercatat turun sebesar 0,18 persen dan peningkatan indeks harga yang dibayar

petani (Ib) sebesar 0,29 persen.


‘Penurunan NTP pada Januari 2023 disumbangkan oleh turunnya NTP pada empat subsektor,
yaitu
subsektor tanaman pangan (-1,38 persen), subsektor tanaman perkebunan rakyat (-1,17

persen), subsektor peternakan (-0,35 persen) dan subsektor perikanan (-0,13 persen).

Sedangkan subsektor hortikultura mengalami peningkatan NTP yaitu sebesar 3,09 persen.


‘Oleh Karena Itu,Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga
komoditas pertanian yang dihasilkan oleh petani. Data dalam Tabel 1 menunjukkan bahwa indeks

harga yang diterima oleh petani (It) Provinsi Maluku pada Januari 2023 sebesar 117,69 atau turun

sebesar 0,18 persen dibanding It Desember 2022 yang tercatat sebesar 117,90.

Jika dilihat per subsektor, tiga subsektor mengalami penurunan It, sementara dua subsektor

lainnya mengalami peningkatan. Penurunan It tertinggi disumbangkan oleh subsektor tanaman

pangan sebesar 1,06 persen.

Melalui Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan
jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian

terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan

untuk memproduksi hasil pertanian.


Pada Januari 2023, Ib Provinsi Maluku tercatat sebesar 113,83 atau mengalami peningkatan

sebesar 0,29 persen dibandingkan Desember 2022 yang besarnya 113,50. Jika dilihat per subsektor,

seluruh subsektor mengalami peningkatan Ib, dengan peningkatan Ib tertinggi disumbangkan

oleh subsektor perikanan sebesar 0,34 persen

Pada Januari 2023 terjadi penurunan NTPP sebesar 1,38 persen. Hal ini terjadi karena Ib mengalami
peningkatan melampaui It sebesar 0,33 persen. Sementara itu It mengalami penurunan sebesar

1,06 persen.


Penurunan It pada Januari 2023 disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok penyusun

NTPP yaitu kelompok padi dan palawija masing-masing sebesar 2,59 persen dan 0,14 persen.

Peningkatan Ib sebesar 0,33 persen disebabkan oleh peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga

(IKRT) sebesar 0,35 persen dan peningkatan Indeks Kelompok Biaya Produksi dan Penambahan

Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,16 persen.



Pada Januari 2023 terjadi peningkatan NTPH sebesar 3,09 persen. Hal ini terjadi karena Ib

mengalami peningkatan sebesar 0,22 persen lebih rendah dari peningkatan It yang sebesar 3,32

persen.


Peningkatan It pada Januari 2023 disebabkan oleh meningkatnya It pada tiga kelompok penyusun

NTPH yaitu kelompok sayur-sayuran (khususnya komoditas tomat, bawang merah, labu siam,

buncis, sawi hijau, cabai merah, cabai rawit dan seledri) sebesar 3,50 persen, kelompok buah-

buahan (khususnya komoditas jeruk, pisang, pepaya dan semangka) sebesar 2,94 persen dan

kelompok tanaman obat (khususnya komoditas sereh, kunyit dan jahe) sebesar 2,29 persen.

Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Januari 2023Peningkatan Ib sebesar 0,22 persen disebabkan oleh meningkatnya IKRT sebesar 0,22 persen, dan meningkatnya indeks BPPBM sebesar 0,27 persen,( BN03)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan