Ambon,bedahnusantara.com-Widya Pratiwi Murad Ismail resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Maluku periode 2021-2024.
Pengukuhan Widya Pratiwi Murad Ismail dilakukan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, menindaklanjuti surat keputusan Gubernur nomor 196 tahun 2021, di gedung islamic center, Selasa (27/04/2021).
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhamad Syarif Bando mengatakan, literasi merupakan percaturan global yang tidak hanya sebatas kemampuan mengenal huruf, kemampuan mengenal kata, kalimat, menyatakan pendapat, tetapi literasi dalam percaturan global adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa bermutu yang bisa dipakai dalam komptisi global.
“Hari ini kita melakukan pelantikan Bunda Literasi yang merupakan komitmen Gubernur dalam mendukung bersama agar provinsi Maluku bangkit lebih cepat,”ujarnya.
Dia menjelaskan, sebagai Isteri Gubernur Maluku dan Ketua TP-PKK maupun Ketua Dekrnasda Maluku. Bunda Literasi memiliki ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam dunia kecerdasan.
“Kita tentu sangat banga ibu Gubernur Maluku sudah dikukuhkan sebagai bunda literasi, pertama sebelum dikukuhkan sudah punya mars yang sangat meninspirasi, muda-mudahan atas kewenangan Gubernur bisa menjadi lagu di semua sekolah, sebab lalgu ini sangat menginspirasi yang menghantarkan generasi ini kepada nilai-nilai yang terkandung dalam makna tersebut,” tuturnya.
Dia menyampaikan, ucapkan selamat kepada Widya Pratiwi Murad Ismail, karena sebelum dikukuhkan, isteri Gubernur Maluku telah menciptakan lagu Mars Perpustakaan.
“Lagu ciptaan Ibu Gubernur sangat menginspirasi. Karena, lagu ini bisa mengantarkan generasi muda dan masyarakat terutama kalangan perempuan,” paparnya.
Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Kasrul Selang mengatakan, pada tahun 2020 lalu, nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat Maluku adalah 52,90 persen atau kategori sedang dan masih berada di peringkat 26 dari 34 provinsi di Indonesia.
“Pelaksanaan pengukuhan Bunda Literasi Maluku, hendaknya dimaknai sebagai kebutuhan daerah agar seluruh arah program dan kebijakan dapat terwujud secara efektif yang bermuara pada meningkatnya indeks kegemaran membaca dan literasi masyarakat di Maluku,” ungkapnya.
Diharapkannya, Bunda Literasi akan bersinergi dengan perangkat daerah, TP-PKK provinsi dan kabupaten maupun kota di Maluku, serta komunitas literasi dan stake holder lainnya dalam pelaksanaan kegiatan literasi di masyarakat,” harapnya.
Bunda Literasi Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhamad Syarif Bando yang telah meluangkan waktu menghadiri sekaligus mengukuhkan dirinya selaku Bunda Literasi.
“Pengukuhan bunda literasi, bukan saja merupakan sebuah bentuk apresiasi yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada bunda baca, karena berperan mendukung program pemerintah daerah dalam mencerdaskan anak bangsa melalui gerakan literasi. Tetapi lebih jauh, Bunda Baca menjadi tugas dan amanah untuk mampu mendorong dan memperluas cakupan penguatan peran bunda-bunda di Maluku dalam mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.
Pengukuhan turut dihadiri Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Wakil Bupati MBD Agustinus Kilikily, serta jajaran OPD lingkup pemerintah daerah provinsi Maluku.( BN-05)






