Imelda Tahalele Bantah Semua Pernyataan Zeth Soal Pemecatannya

Ambon, Bedahnusantara.com: Kasus pemberhentian atau pemecatan secara sepihak ole seorang Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang dalam kapasitasnya menjabat sebagai seorang Camat Teluk Ambon. Terhadap salah seorang tenaga kerja kontrak pada kantor kecamatan Teluk Ambon, bernama Zeth Ballry Tanate, Memasuki babak baru.

Picsart 22 09 22 16 35 48 347

Seperti yang diberitakan sebelumnya, oleh Media ini, diketahui bahwa Zeth Ballry Tanate adalah tenaga kerja kontrak yang dipekerjakan sebagai pegawai kontrak pada kantor Kecamatan Teluk Ambon dengan sebuah surat perjanjian kerja Nomor: 814.1/5833/SEKOT yang mulai berlaku sejak 01 Januari 2022.

 

Namun kemudian yang bersangkutan (Zeth Ballry Tanate) dipecat atau diberhentikan secara sepihak oleh Imelda A. Tahalele, S. STP, selaku Camat Teluk Ambon.

 

Setelah dipublikasi, pihak Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang dalam kapasitasnya menjabat sebagai seorang Camat Teluk Ambon menyatakan keberatannya atas semua pernyataan yang disampaikan oleh Zeth Ballry Tanate, pada Medi Bedahnusantara.com.

 

Dikatakan Tahalele, Jadi sebelum tanggal 15 itu ada datang dan melaporkan dia (Zeth Tanate), bahwa dia tidak menafkahi istrinya. Yang kemudian Zeth melakukan peminjaman uang, dengan pernyataan bahwa  “camat kasih dia kerja tetapi tidak digaji”. Ungkap Tahalele.

 

Selain itu lanjutnya, Zeth ini termasuk orang yang malas, tidak sopan dan tidak disiplin. Sebab setiap kali saya suruh datang jemput saya untuk dibawah ke kantor jam 07:00 Wit, dia (Zeth) selalu datang terlambat, ada yang jam 08:00 Wit, dan ada juga jam 08:30 Wit. Dia selalu beralasan bahwa dia mesti urus dia keluarga dulu.

 

” dia itu paling tidak sopan, tidak beretika, dan tidak disiplin, dia bisa bentak beta di depan orang, dia bahkan kasih kaluar pernyataan bahwa dia terlambat karena mesti urus keluarga dulu. Beta jawab kalau bagitu kenapa seng tolak untuk kerja, sebab Beta harus kekantor jam 08:00 Wit untuk pimpin apel pagi. Dia (Zeth) malah bakalan Beta dan bilang Ibu seng bisa samakan Beta dengan supir-supir lain,. Sehingga beta dengan terpaksa setiap saat harus naik ojek dan angkot untuk pergi kekantor, sebab kalau tunggu dia pasti beta terlambat, ” kata Tahalele.

 

Dia juga, tambah Tahalele, suka marah-marah jika ada pegawai yang minta tolong antar dengan mobil. Dinas atau pinjam motor dinas untuk membeli atau mengantar sesuatu yang berkaitan dengan tugas kantor.

 

” ada orang atau staff yang minta antar dong punya pesanan dia (Zeth), akan bakalai donk. Dia bakalai pegawai- pegawai yang minta tolong, dia bilang kalau mau minta tolong atau pakai motor dinas harus beli rokok dan beli dia makan,baru dia mau bantu atau kasih pinjam motor, ” terang Tahelele.

 

Tahalele menjelaskan, “Zeth ini juga tidak tahu aturan, dia bahkan pernah bakalai Beta anak, perempuan yang kelas dua (02) SMA, saat Beta anak minta tolong antar dia beli buku, Zeth langsung marah dan bakalai, sambil bilang Beta bukan lamongan pung jongos (budak), se mama juga kasih kerja Beta seng pernah kasih gaji. Hal itu bikin Beta anak pulang sambil menangis dan cerita ke Beta. Sehingga Beta pikir kok Zeth bisa bagitu ee, padahal kalau Beta yang salah jangan marah di Beta anak, bilang di dia meme (mama), ” Ungkap Tahalele emosi.

 

Lebih jauh dikatakan Tahalele,  hal yang paling buat saya marah adalah saat dalam rapat, dia (Zeth) membentak saya dan memarahi saya didepan para pegawai.

 

” dia bahkan pernah bantah dan bentak beta didepan para pegawai, padahal para pegawai saja tidak pernah berani membentak beta, tapi ini tenaga kontrak bisa barani bentak beta. Jadi hal-hal Itu yang bikin beta marah lalu kemudian beta kumpul dia punya semua kesalahan dan membuat telaah staf untuk meminta dia (Zeth Tanate) diberhentikan dari status sebagai tenaga kontrak.

 

Beta juga, tambahnya, sempat mengetahui kejahatan lain yang Zeth dan Iparnya lakukan yakni; dia ganti sparepart motor dinas, kalau Beta mau lapor diri polisi dia bahaya karena dia ganti dua sparepart motor dinas dan cabut alat motor ke dia punya motor pribadi,” Terang Tahalele sembari geram.

 

Terkait Mobil. Dinas, menurut Tahalele, dirinya yang memperbaikinya, bahkan memakai uang pribadi sebanyak kurang lebih 20 juta rupiah.

 

” Beta kasih keluar uang sampai 20 juta untuk perbaiki mobil, dan mobil sudah jadi baru dia jadi sopir. Dan dia punya SK mulai Februari karena belum ada sopir, sehingga Mobil sudah jadi dulu baru dia kerja, ” bebernya.

 

Memang untuk masalah motor dinas, sebelumnya motor tersebut sempat mengalami kerusakan (takancing) yang dikarenakan lupa ganti Oli.

 

Kemudian saya suruh perbaiki motor dinas memang takancing itu lalu diberikan kepada dia (Zeth Tanate) untuk pulang pergi dari rumah ke kantor.

 

” Beta bilang kalau beta mau perbaiki motor dinas lalu wate pakai ini motor dari pada pulang pergi dari ke kantor camat mesti naik angkot bayar sepuluh ribu lai, ” kata Tahalele.

 

Selain soal motor dinas, lanjut Tahalele, dia (Zeth Tanate) juga punya Kartu Keluarga (KK) itu bermasalah atau bodong.

 

” Dia punya KK itu bodong, jadi dia punya KK yang sekarang ini dengan istri yang saat ini adalah bukan istri tapi dia ada baku piara, ” tegas  Tahalele.

 

Ketika disinggung soal berkas tenaga kontrak, kok bisa lolos. Tahalele menjelaskan, bahwa saat pemberkasan tenaga kontrak tidak memasukan Kartu Keluarga (KK), hanya KTP dan Ijasah. Sehingga saat mau berproses lanjutan, diketahui bahwa KK milik Zeth itu bodong atau palsu.

 

Sehingga pada tanggal 15 Agustus 2022, beta dudukan dong samua pegawai dan dengan panggilan akrab Beta ke dia (Wate), karena kesalahan Wate yang tidak bisa ditolerir lagi sehingga Beta merasa tidak nyaman bekerja dengan Wate lagi.

 

Perihal dugaan perselingkuhan Zeth Tanate.

Tahalele menjelaskan dia tidak mengenal selingkuhan Zeth Tanate yang saat ini tinggal satu atap dengan Dia (Zeth). Sebab dia (Imelda Tahalele) tidak mengetahui bahwa apakah Zeth sudah bercerai atau belum, yang diketahuinya adalah Zeth sudah lari dan berselingkuh dengan wanita ini, hingga memiliki tiga orang anak.

 

” Beta seng kenal Zeth punya selingkuhan, memang dia ada hubungan saudara dengan Beta  suami tapi Beta seng kanal dia (selingkuhan Zeth), “. Ungkap Tahalele.

 

Jadi, kata tahalele, waktu saya laporkan sikap dan tindakan Zeth Tanate kepada BKD, Pak Benny Selanno mengatakan dia (Zeth Tanate) itu selingkuh, sebab tantenya datang kepada saya dan bilang bahwa Zeth sudah lama tidak pernah menafkahi istrinya, sehingga ketika semua hal saya sampaikan. pak minta lsaya akukan telaah  staf.

 

Ketika ditanya apakah Imelda A. Tahalele tahu bahwa wanita yang saat ini bersama Zeth adalah adik kandung dari suami Imelda A. Tahalele. Dia (Imelda A. Tahalele) membenarkan bahwa benar perempuan yang dia anggap sebagai selingkuhan Zeth Tanate itu, adalah benar adik kandung dari suaminya.

 

Disinggung soal masalah mengantar anak-anaknya kesekolah dengan mobil dinas, Tahalele mengungkapkan. Bahwa tidak pernah anak-anaknya diantar oleh Zeth Tanate kesekolah dengan mobil dinas, sebab anak-anaknya kesekolah diantar oleh suaminya dan dirinya, juga yang sudah besar naik angkutan umum (angkot) untuk kesekolah.

 

Bahkan lanjutnya, soal uang minyak, saya setiap saat memberi uang minyak 100 ribu, tidak pernah 50 puluh ribu, karena untuk motor saja tidak cukup apalagi untuk mobil. Sangat tidaklah masuk akal jika saya kasih uang minyak 50 ribu.

 

” saya selalu kasih uang minyak lebih tetapi rata-rata 100 ribu per hari. Bahkan adakalanya saya tambah 50 ribu lagi sebab kata Zeth minyak sudah mau habis. Beta punya uang bensin itu jatahnya Rp 1.700.000/ bulan tapi dia bikin sampai melebihi hal itu karena satu hari isi bensin sampai dengan 100.000.,” Tegas Tahalele.

 

Diakhir penjelasannya, Tahalele menyatakan bahwa : “Beta seng gila mau pecat orang tanpa kesalahan tapi sudah terlalu banyak unit-unek yang beta alami dan pegawai laporkan kepada beta di kantor, termasuk main judi online togel itu, dan bagi Beta dia punya masalah pribadi,.tapi Beta mau jangan masalah pribadi dikaitkan dengan masalah kerja. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan