Hotel Santika Premiere Ambon Perkuat Kapasitas Pemimpin melalui Leadership Training

0095ae67 db3b 448b 8821 e6a74bc74528 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepemimpinan tidak cukup hanya memastikan pekerjaan selesai. Seorang pemimpin dituntut mampu membangun tim, mengembangkan potensi setiap anggota, sekaligus memastikan kualitas pelayanan kepada tamu terus meningkat.

Semangat tersebut menjadi fokus Hotel Santika Premiere Ambon melalui kegiatan Leadership Training yang diikuti para leader dari level Supervisor hingga Manager, Jumat (11/9/2026), di Santika Meeting Room 6, lantai 6 Hotel Santika Premiere Ambon.

Training yang dibawakan Aldo Soumokil, Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, mengangkat tema “Lead Yourself First, Lead Your Team Next, Create the Impact.”

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement

Pelatihan tersebut tidak hanya membahas teori kepemimpinan, tetapi mendorong para peserta melakukan refleksi terhadap gaya kepemimpinan masing-masing dan menyusun langkah nyata untuk pengembangan diri maupun tim.

Dalam industri hospitality, kepemimpinan memiliki hubungan langsung dengan kualitas pelayanan. Karena itu, peserta diajak memahami hubungan People → Performance → Service → Guest Experience.

Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam training adalah kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari sejauh mana orang-orang yang dipimpinnya mengalami pertumbuhan.

Para peserta kemudian diajak mengenali kekuatan kepemimpinan masing-masing melalui pertanyaan sederhana, “What am I good at?”

Sejumlah aspek menjadi bahan refleksi, mulai dari komunikasi, problem solving, teamwork, pengambilan keputusan, disiplin, guest handling, coaching, motivasi, kemampuan beradaptasi hingga pengendalian emosi.

Selain mengenali kekuatan, peserta juga diajak melihat leadership gap melalui pertanyaan “Apa yang perlu saya kembangkan?”

Pendekatan ini mengarahkan para leader untuk tidak sekadar melihat kekurangan, tetapi memahami persoalan, dampaknya terhadap tim, kebutuhan pengembangan, serta tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk menciptakan perubahan.

Evaluasi kepemimpinan juga dilakukan melalui metode Stop – Start – Continue.

Peserta diminta mengidentifikasi kebiasaan yang harus dihentikan, seperti menyalahkan orang lain, memotong pembicaraan, menunda memberikan feedback, hingga membawa emosi ke dalam pekerjaan.

Sebaliknya, para leader didorong mulai membangun kebiasaan memberikan apresiasi, lebih banyak mendengarkan, melakukan coaching, serta memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk mengambil keputusan.

Sementara kebiasaan positif seperti menjaga disiplin, membantu tim, membangun komunikasi dan memberikan pelayanan terbaik menjadi hal yang harus terus dipertahankan.

Untuk memastikan hasil training tidak berhenti di ruang pelatihan, peserta menyusun Personal Leadership Action Plan menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Fokus pengembangan antara lain mencakup komunikasi, delegasi, apresiasi dan pengendalian emosi. Setiap peserta menetapkan kondisi saat ini, tujuan yang hendak dicapai, tindakan, indikator keberhasilan serta tenggat waktu.

Para peserta juga diperkenalkan dengan Daily Leadership Habits, mulai dari menetapkan sikap dan meninjau prioritas setiap pagi, menyapa tim, mengamati dan mendengarkan selama operasional, memberikan dukungan dan coaching, hingga melakukan evaluasi pada akhir shift.

Menurut Aldo Soumokil, Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, kepemimpinan yang efektif harus dimulai dari kemauan seorang pemimpin untuk mengenal dan mengembangkan dirinya sendiri.

“Leadership bukan tentang menjadi orang yang paling tahu atau selalu memiliki jawaban. Leadership dimulai ketika kita berani melihat diri sendiri, mengenali kekuatan, mengakui area yang masih perlu dikembangkan, kemudian memilih untuk berubah. Ketika seorang leader bertumbuh, ia memberikan ruang bagi timnya untuk ikut bertumbuh,” ujar Aldo.

Ia menegaskan, dalam industri hospitality, kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan yang diterima tamu.

“Kita tidak bisa memisahkan people, performance, service, dan guest experience. Cara kita memimpin tim akan memengaruhi bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka memberikan pelayanan, dan pada akhirnya bagaimana tamu merasakan pengalaman di hotel. Karena itu, kita harus mulai dengan memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Hotel Santika Premiere Ambon berharap para Supervisor dan Manager tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membawa komitmen untuk menerapkan kepemimpinan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Training ditutup dengan refleksi personal mengenai sosok pemimpin yang ingin mereka menjadi, satu kebiasaan yang akan mulai diubah, serta komitmen kepemimpinan yang akan dijalankan mulai hari berikutnya hingga 30 hari ke depan.

Bagi Hotel Santika Premiere Ambon, kepemimpinan bukan sekadar persoalan posisi atau jabatan. Kepemimpinan adalah tentang pengaruh, keteladanan, pertumbuhan manusia dan dampak yang ditinggalkan.

Melalui semangat “Lead Yourself First, Lead Your Team Next, Create the Impact,” Santika Ambon terus mendorong lahirnya pemimpin yang mampu memimpin dengan kesadaran, membangun tim dengan hati dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi setiap tamu. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan