18 Anak Tanimbar Bawa Pulang Gelar Festival Model Etnik Nusantara

IMG 4942
Screenshot

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak-anak asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Sebanyak 18 anak yang dikirim mewakili daerah tersebut dalam ajang Festival Model Etnik Nusantara Session 4 berhasil membawa pulang sejumlah gelar bergengsi hingga tingkat nasional.

Kontingen Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengikuti dua kategori dari empat kategori yang diperlombakan, yakni Kategori A untuk wanita usia 4–8 tahun dan Kategori B untuk laki-laki usia 9–12 tahun.

Hasilnya, kontingen Tanimbar berhasil merebut juara umum pada Kategori A wanita dan Kategori B laki-laki. Tidak hanya itu, sebanyak delapan mahkota berhasil disabet anak-anak Tanimbar dalam berbagai kategori penghargaan.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement

Pemilik Echa Management Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Prediko Lia, yang akrab disapa Echa, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena anak-anak Tanimbar mampu bersaing dalam ajang fashion etnik di tingkat nasional.

“Beta punya nama lengkap Prediko Lia, biasa disapa Echa. Beta adalah pemilik Echa Management di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” kata Echa saat di wawancarai di halaman gong Perdamaian Ambon, Selasa (15/9/2026)

Ia menjelaskan, dari 18 peserta yang dibawa, terdapat berbagai capaian yang diraih, mulai dari runner-up, favorit, juara umum hingga the best of the best.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui rekomendasi yang diberikan oleh Bupati Kepulauan Tanimbar kepada kontingen untuk mengikuti ajang tersebut.

“Memang ada empat kategori, tetapi dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar kita hanya membawa dua kategori, yaitu A dan B. Kita berhasil merebut juara umum untuk kategori A wanita dan kategori B laki-laki,” ujarnya.

Echa menyebutkan, peserta kategori A rata-rata berusia 4 sampai 8 tahun, sedangkan kategori B berada pada rentang usia 9 sampai 12 tahun.

Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti hanya pada ajang Festival Model Etnik Nusantara. Menurutnya, bakat dan talenta yang dimiliki anak-anak Tanimbar perlu mendapatkan perhatian serta ruang pengembangan secara berkelanjutan.

“Harapan ke depan, mungkin Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat melihat anak-anak ini dengan bakat dan talenta yang mereka miliki, sehingga bukan saja sebatas sampai di sini, tetapi ada keberlanjutan,” harapnya.

Echa juga berharap anak-anak tersebut dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi maupun event daerah yang berkaitan dengan budaya, fashion dan promosi daerah.

“Kalau ada event-event yang terkait dengan festival model etnik ini, mungkin mereka bisa dipakai di kabupaten. Mereka bisa memperkenalkan dunia fashion seperti ini karena mereka sudah sampai di tingkat nasional,” katanya.

Menurut Echa, capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa anak-anak dari daerah kepulauan memiliki potensi besar untuk berkembang dan mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Tanimbar apabila diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan