Maluku,Bedahnusantara.com:Taman Budaya Provinsi Maluku gelar sastra tahun 2021 dengan menghadirkan lima komunitas yang dilaksanakan secara virtual.
![]() |
| Hadirkan Lima Komunitas, Taman Budaya Maluku Gelar Sastra 2021 |
Lima komunitas diantaranya, Sanggar Anailo Arika SMK Negeri 5 Ambon, Komunitas Bengkel Satra Maluku, Komunitas Bengkel Sastra Batu Karang, Komunitas Satra SMA Negeri 5 Ambon dan Komunitas Satra Hulaleng Badonci.
Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku Drs Semmy Toisutta mengatakan, Taman Budaya Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan gelar sastra yang melibatkan lima komunitas.
“Gelar sastra selalu menjadi perhatian Taman Budaya Provinsi Maluku agar, bisa bersaing dengan perkembangan atmosfer kesenian sastra di provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.
Pertanyaannya apakah Provinsi Maluku bisa bersaing dengan dengan provinsi lain di Indonesia dari soal sastra, hal itu memang bisa karena, dari sejarah kesusastraan Indonesia Maluku memiliki nama sastrawan.
“Kita miliki sastrawan besar diantaranya, Dominggus William Syaranamual yang telah terkenal, karena itu kita berupaya untuk meningkatkan percepatan sastra sebagai salah satu cabang seni dalam ekspresi sehingga, bukan sesuatu yang mustahil,” paparnya.
Dia mengatakan, komunitas sastra memiliki kemampuan panggung terbatas kita tidak memiliki sastra corner di mana-mana toh.
Kalau di daerah lain kita bisa temukan ada ekspresi kesusastraan dada sastra corner di mana-mana udah sudut-sudut kota yang ada ekspresi kesusastraan.
“Taman Budaya Provinsi Maluku menyiapkan panggung karena, kita selalu berusaha untuk bisa menjawab misi dari bapak Gubernur Maluku Murad Ismail dalam membangun kebudayaan Maluku dan berusaha untuk menjawab ekspresi pembangunan kebudayaan menjadi sesuatu yang bisa memberikan penguatan kepada masyarakat Maluku untuk perkembangan kedepan,” jelasnya.
Dia menuturkan, lima komunitas yang tampil dalam ekspresi sastra untuk tahun ini gelar sastra tahun ini, benar-benar dapat menampilkan eksistensi mereka di dalam menggeluti sastra dan sangat tertarik sekali dengan apa yang ditampilkan misalnya oleh komunitas seni SMA Negeri oleh komunitas sastra SMA Negeri 5 Ambon mereka mengekspresikan dan konsep cerita rakyat batu badaong di dalam fragmentasi didramatisasi luar biasa artinya pada potensi mereka sebagai sebagai anak-anak sekolah mereka bisa bermain peran yang ada di dalam cerita batu badaong.
Sementara itu, musikalisasi puisi yang lain juga ditampilkan dengan baik oleh grup yang lain.
“Saya pikir kita mengalami lompatan yang cukup tinggi untuk percepatan pengelolaan sastra dari sisi ekspresi penampilan pertunjukan kesusastraan di Maluku menjadi penting dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan kesenian di Maluku,” tandasnya.(BN-02)






