GPM Harus Jadi Sumber Persaudaraan dan Kasih di Maluku

IMG 20251011 WA0000

 

Ambon, Bedahnusantara.com — Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menyerukan semangat persaudaraan, keadilan, dan kasih bagi seluruh peserta Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku (GPM) yang digelar pada Sabtu (11/10).

Dalam pesannya yang penuh makna, Uskup Seno menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi peneguh iman dan jembatan persaudaraan di tengah masyarakat Maluku yang majemuk.

 

“Sidang Sinode ke-39 ini adalah kesempatan berharga untuk meneguhkan profil GPM sebagai gereja yang berakar kuat dalam Injil Yesus Kristus, tumbuh subur dalam kemajemukan masyarakat Maluku, dan berbuah dalam pelayanan kasih, keadilan, serta perdamaian,” ujarnya penuh harapan.

 

Uskup Seno menyampaikan salam persaudaraan dalam kasih dan damai sejahtera Kristus kepada seluruh peserta sidang. Ia menilai sidang ini bukan semata urusan kelembagaan, tetapi juga peristiwa iman yang mempertemukan seluruh warga jemaat GPM untuk memperdalam tanggung jawab pelayanan kasih di tengah berbagai tantangan zaman.

 

Dalam pandangannya, tema Sidang Sinode ke-39, “Bersama Mewujudkan Nilai-nilai Kristiani dalam Persekutuan, Kesaksian, dan Pelayanan di Tengah Tantangan Zaman”, merupakan refleksi mendalam atas situasi kehidupan umat beriman masa kini.

 

Menurut Uskup, tema ini menegaskan bahwa gereja hadir bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menjadi tanda dan sarana keselamatan Allah bagi dunia. “Gereja dipanggil untuk keluar, hadir di tengah masyarakat, dan menghadirkan kasih Allah secara nyata,” katanya.

 

Ia menekankan, nilai-nilai Kristiani seperti kasih, keadilan, dan perdamaian harus menjadi roh yang menjiwai seluruh keputusan dan arah pelayanan gereja di Maluku.

 

Dalam konteks masyarakat Maluku yang plural dan multikultural, Uskup Seno mengingatkan pentingnya semangat ekumenisme dan dialog lintas iman.

Menurutnya, kemajemukan bukan ancaman, melainkan anugerah yang harus dijaga dan dirawat bersama.

 

“Konteks kemajemukan di Maluku adalah anugerah sekaligus tantangan. Gereja diundang untuk menjadi garam dan terang dunia yang menghadirkan kasih, keadilan, dan perdamaian di tengah masyarakat,” tegasnya.

 

Ia berharap GPM terus menjadi rumah yang terbuka bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau budaya. Gereja, kata Uskup, harus mampu menjadi penggerak rekonsiliasi dan harmoni sosial di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

 

Lebih lanjut, Uskup Mgr. Seno mengajak seluruh peserta sidang menjadikan forum Sinode ini sebagai momentum pembaruan tekad dan komitmen pelayanan.

Sidang, katanya, bukan hanya ajang pengambilan keputusan organisatoris, tetapi juga ruang perjumpaan kasih dan tempat berbagi pengalaman iman.

 

“Marilah kita meneladani Yesus Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semoga Roh Kudus membimbing kita semua dalam Sidang Sinode ke-39 ini, agar segala keputusan yang diambil berakar dalam kasih Allah dan berbuah bagi kemuliaan-Nya,” tuturnya.

 

Menutup pesannya, Uskup Seno menyampaikan doa dan harapannya agar GPM terus menjadi berkat bagi masyarakat Maluku dan Indonesia, dengan menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bersama yang damai, adil, dan penuh kasih.

 

“Selamat bersidang nantinya. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya. (BN/Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan